1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

FBI Tangkap Jaringan Spionase Rusia

Mereka hidup seperti warga biasa di Washington dan New York. Tetapi misi mereka adalah memata-matai pemerintahan dinas rahasia AS. Ini berfungsi dengan baik selama bertahun-tahun. Tetapi FBI berhasil menguak kasus ini.

default

Sketsa pengadilan dengan para tersangka mata-mata Rusia yang bertujuan menginfiltrasi lingkaran politik AS.

Perang Dingin sudah lama berakhir. Tetapi hari Minggu (27/06) biro penyelidik federal AS FBI beraksi lagi dalam kasus spionase. Sepuluh orang, laki-laki dan perempuan ditangkap di Ney Jersey, New York, Massachussetts dan Virginia. Virginia adalah markas besar dinas rahasia luar negeri AS CIA dan sejumlah perusahaan senjata. Pengadilan AS menyatakan, seorang tersangka masih buron.

Tetapi apa atau siapa yang dimata-matai para agen ini, belum diumumkan oleh kementerian kehakiman. Cuma sedikit yang diketahui publik, yaitu bahwa sejumlah tersangka sudah mengumpulkan informasi dan menjadi informan di AS sejak tahun 90an. Misi mereka berjangka panjang dan ditutupi secara ekstrim. Delapan diantara agen ini hidup bersama sebagai pasangan dan bekerja di kedutaan Rusia di Washington, serta di berbagai proyek militer. Sebuah praktek yang sering dijumpai di masa Perang Dingin. Dua tersangka lain juga “terlibat dalam program spionase di Amerika Serikat“, demikian pernyataan pengadilan tanpa penjelasan lebih lanjut.

Tetapi apakah mereka direkrut oleh AS atau Rusia. Evan Perez dari harian “Wall Street Journal” berpendapat, bahwa sebagian dikirim dari Rusia. Lebih lanjut dikatakan, mereka mempunyai akte kelahiran yang dipalsukan dari Kanada atau Pensylvania. "Salah seorang agen perempuan sepertinya bekerja untuk harian berbahasa Spanyol “El Diaro“ di New York dan tampaknya berasal dari Peru. Menurut hasil penyelidikan sampai sekarang, sebagian besar orang Rusia", demikian Perez.

Menurut laporan harian “Washington Post“, FBI di tahun 2009 berhasil menangkap dan memecahkan sandi pesan yang keluar dari markas besar dinas rahasia luar negeri Rusia di Moskow. Dalam pesan ini, dua tersangka agen ditekankan, bahwa mereka harus mengorganisir segala sesuatunya yang dibutuhkan agar misinya sukses, dari mobil sampai masalah teknis. Misinya adalah: “mencari dan membangun koneksi di lingkaran politik AS“. Selain itu FBI juga berhasil menyadap pesan-pesan menyangkut posisi AS mengenai isu pengawasan senjata dan Iran, serta informasi mengenai pembangunan dan penghancuran berbagai bunker. Juga diberitakan, bahwa Kongres AS diinfiltrasi untuk mencari informasi mengenai kampanye pemilihan presiden mendatang dan desas-desus lain di Gedung Putih.

Belum jelas seberapa jauh keberhasilan para agen Rusia ini. Tetapi jelas, bahwa agen-agen ini bekerja dengan sistem komunikasi modern dan dengan teknik sandi klasik. Evan Perez menjelaskan: "Mereka menggunakan sebuah metode yang dapat menyembunyikan data-data di gambar. Contohnya, data-data bisa dikirim melalui sebuah foto digital dan pihak yang menerima dapat memecahkan sandinya dengan sebuah software khusus. Mereka juga menggunakan radio gelombang pendek untuk mengirim pesan melalui sandi morse ke Moskow atau diantara agen rahasia.“

Para tersangka ini sekarang diancam hukuman penjara antara lima sampai 20 tahun dengan tuduhan spionase atas perintah pemerintahan asing dan pencucian uang. Saat ini yang menarik bukan saja apa yang akan terjadi, melainkan juga kapan. Kamis lalu Presiden AS Brack Obama dan tamunya Presiden Rusia Dmitri Medvedev terlihat harmonis sekali di Gedung Putih. Setelah itu mereka juga bertemu di Kanada dalam pertemuan puncak G20. Bagaimana pengaruh kasus spionase ini terhadap politik Obama, yang ingin membangun hubungan baru dengan musuh bebuyutan AS? Hal yang dikritik oleh rakyat Amerika. Karena menurut mereka, seharusnya AS mencoba menghentikan keinginan ekspansi Rusia di Asia Tengah. Sekarang tinggal ditunggu apakah akan ada perubahan dalam politik ini.

Silke Hasselmann / Anggatira Gollmer
Editor: Hendra Pasuhuk