1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Kesehatan

Eropa Longgarkan Aturan Bahan Makanan Genetis

Komisi Eropa akan melonggarkan batasan kontaminasi produk bahan makanan hasil rekayasa genetika.

Berdasarkan aturan "zero tolerance" yang berlaku saat ini, organisme yang direkayasa secara genetika yang tidak diizinkan beredar, dilarang digunakan dalam produksi pangan. Tapi aturan itu akan dilonggarkan, dengan mengizinkan kontaminasi unsur semacam itu di atas 0.1 persen.

Rencana Komisi Eropa itu memicu silang sengketa terbaru menyangkut bahan makanan hasil rekayasa genetiika. Terutama Jerman yang menentang keras rencana pelonggaran "zero tolerance". Menteri pertanian dan perlindungan konsumen Jerman, Ilse Aigner menilai proposal Uni Eropa itu kebablasan.

"Jika kita berbicara organisme yang direkayasa genetika, keamanan konsumen harus menjadi prioritas utama, khususnya jika menyangkut bahan pangan", tegas Aigner kepada radio Deutschlandfunk.

Risiko kesehatan kosumen

Mayoritas konsumen juga kelihatannya sepakat dengan pernyataan menteri Aigner itu. Tapi masih tersisa pertanyaan, seberapa besar bahaya bahan makanan yang direkayasa secara genetika? Dan apakah kita juga sudah mengkonsumsinya, tanpa mengetahui bahwa bahan pangannya tercemar unsur yang dimodifikasi genetika.

Flash-Galerie Gentechnik in Lebensmitteln

Makanan rekayasa genetika sudah menyebar luas.

Diakui, sejauh ini belum ada penelitian intensif terkait efek dari konsumsi bahan pangan yang direkayasa secara genetika. Karena itu keraguan dan ketidak percayaan konsumen tetap besar.

Alexander Hissting dari organisasi bahan pangan tanpa teknologi genetika. melontarkan argumen, terdapat risiko tersembunyi pada setiap tanaman yang direkayasa secara genetika. "Dengan modifikasi genetika, sifat tanaman akan berubah lewat prosedur itu", katanya. Protein dapat terpengaruh dan memicu alergi.

Jika aturan "zero tolerance" dilonggarkan, dampaknya akan semakin banyak produk rekayasa genetika tidak berizin tercampur dalam bahan makanan. Akibatnya, skandal bahan makanan akan lebih sering terjadi dan ancaman terhadap kesehatan konsumen juga meningkat.

Celah dalam aturan zero tolerance

Tapi sejauh ini terdapat celah yang bisa dimanfaatkan oleh produsen bahan makanan. Juga kenyataannya dewasa ini sudah banyak bahan makanan yang dicampur organisme yang direkayasa secara genetika. Di Jerman bahan makanan semacam itu sudah dipasarkan sejak 10 tahun.

Nahrungsmittel Herstellung Gesundheit

Aksi protes menentang kontaminasi produk rekayasa genetika.

"Selama materialnya sudah mendapat izin dari Uni Eropa, tidak masalah", kata Alexander Hissting. Aturan mengizinkan penggunaan bahan yang direkayasa genetika yang sudah dicek keamanannya pada makanan dalam kadar tertentu. "Hal itu tidak melanggar aturan "zero tolerance", ujar Hissting menambahkan.

Berdasarkan aturan Uni Eropa, kandungan organisme yang sudah direkayasa secara genetika hingga maksimal 0,9 persen tidak perlu dicantumkan keterangannya pada kemasan produk.

Hissting juga menyebutkan,terdapat celah dalam aturan. Misalnya dalam tema pakan ternak. "Jika sapi makan bahan yang direkayasa genetika yang tidak diizinkan, produk susu sapi tidak perlu mencantumkannya pada kemasan". Atau pada saat pengolahan di pabrik, sebuah mesin yang sama bisa saja digunakan untuk produk teknik genetika dan produk yang bebas dari rekayasa.

Tidak ada jaminan absolut

Weizen Alle Fotos können unter Angabe der jeweiligen Quelle kostenfrei veröffentlicht werden. - Sofern nicht anderes angegeben ist die Quelle: www.transgen.de. Die Quelle ist am oder in der Nähe des jeweiligen Fotos anzugeben. Bei Nutzung im Internet oder in digitalen Medien ist die Quellenangabe www.transgen.de mit der Startseite von TransGen zu verlinken. Die Bilder dieser Seite sind mit wenigen Ausnahmen im Schaugarten des Max-Planck-Instituts für Züchtungsforschung, Köln aufgenommen.

Budidaya tanaman pangan hasil modifikasi genetika sudah mengglobal.

Menimbang kenyataan tersebut, perhimpunan industri bahan pangan Jerman melontarkan pernyataan pragmatis, bahwa saat ini tidak ada lagi produk yang dapat dijamin 100 persen bebas bahan yang dimodifikasi genetikanya.

Marcus Girnau dari asosiasi untuk aturan bahan pangan dan informasi bahan pangan menyebutkan, selalu terdapat jejak cemaran bahan rekayasa genetika, juga pada produk yang dilabel sebagai makanan organik.

"Sebagai akibat dari aturan yang berbeda-beda di setiap negara, perdagangan global serta mekanisme analisa yang tidak sama, sekarang ini menjadi amat mustahil melarang adanya kadar material yang tidak diizinkan pada produk makanan", ujar Girnau.

Rayna Breuer / Agus Setiawan
Editor: Vidi Legowo-Zipperer