Erbsenzähler - Penghitung Kacang Polong | Panorama | DW | 16.08.2010
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Panorama

Erbsenzähler - Penghitung Kacang Polong

Biasanya kacang polong di Jerman dijual sudah dalam kemasan. Kalau ada yang mau menghitungnya, perlu kesabaran yang luar biasa.

default

Dalam bahasa sehari-hari, seorang penghitung kacang polong adalah seseorang yang suka mementingkan hal-hal sepele dan selalu ingin melakukan hal yang paling benar. Istilah ini muncul dari sebuah cerita mengenai Karl Baedecker, seorang penerbit buku-buku petunjuk perjalanan.

Ketika Karl Baedecker sedang merampungkan tulisannya mengenai Kathedral Milan di Italia, ia menghitung jumlah anak tangga katedral tersebut. Agar ia tidak salah hitung, Karl Baedeker mempunyai trik. Di setiap anak tangga ke-20, ia menaruh sebuah kacang polong kering dari kantong rompi ke kantung celananya. Ketika sudah sampai di puncak, ia tinggal mengalikan jumlah kacang polong di kantong dengan 20 dan menambah sisa anak tangga yang ia lewati. Waktu turun ke bawah, ia melakukan hal yang sama lagi untuk menguji jumlah yang ia telah hitung.

Walaupun sebenarnya ketelitian adalah hal yang patut dipuji, Erbsenzähler atau penghitung kacang polong tidak begitu disukai orang.

Hanna Grimm/Anggatira Gollmer

Editor: Ayu Purwaningsih