1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Empat Tahun Lagi Obama

Obama mendapat kesempatan kedua, meskipun negaranya menghadapi krisis dan ketakutan akan masa depan. .

Pengguna media sosial Twitter tidak kaget atas hasil pemilu AS. Malam menjelang Rabu (07/11) Presiden AS, Barack Obama mengumumkan pemilihannya kembali melalui Twitter. "Empat tahun lagi” tulisnya, tanpa lupa mengatakan bahwa sukses ini berkat pendukungnya. “Terima kasih”, ungkapnya dibarengi fotonya merangkul Michelle. "Kita melakukan ini bersama”. Tercatat, 20 juta tweets seputar pemilu viral di alam maya.

USA Wahl Wahltag 2012 Anhänger der Demokraten Obama siegt

pendukung Obama

Namun disamping pesan-pesan tweets bernada positif, masa empat tahun ke depan tidak akan mudah bagi Obama. Kini ia harus menepati janji-janjinya dari empat tahun lalu.

Pendukung dari kubu kiri mengritik, bahwa belum banyak kemajuan dalam perlindungan iklim, meski ada sejumlah kebijakan pro perlindungan lingkungan. Selain itu, fasilitas penjara Guantanamo di Kuba masih ada, meskipun dalam kampanye 2008, ia berjanji akan menutupnya. Tingkat pengangguran yang mencapai 8% saat ini, biasanya adalah kartu mati bagi inkumben yang mencalonkan diri.

USA Wahl Wahltag 2012 Mitt Romney Eingeständnis Wahlergebnis

Romney menerima hasil pemilu

Banyak yang beranggapan bahwa dari segi isu, sebenarnya Romney memiliki peluang besar untuk menang. Romney dinilai bisa baik untuk ekonomi Amerika Serikat. Pakar politik William A Galston mengaku, belum pernah mengalami pemilu di mana jurang antara masalah rakyat dan substansi politik begitu besar.

Memang dalam politik luar negeri, Obama mengakhiri keterlibatan AS di Irak, menarik pulang pasukan dari Afghanistan, dan yang sering ia gaungkan selama kampanye, pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden berhasil ditangkap (dan tewas) dalam masa kepresidenannya.

Ia juga berhasil menggolkan sejumlah paket kesejahteraan yang mendukung kepentingan banyak warga miskin, seperti program layanan kesehatan yang sering disebut Obamacare.

Namun hal ini juga membuat jarak dengan kubu Republik, yang melihat Obama sebagai kelewat sosial dan kurang memperhatikan sektor bisnis. Mengamatinya, Charlie Watson seorang pendukung Romney dari Brockton mengatakan, "bila Obama memerintah empat tahun lagi di Gedung Putih, maka situasi akan berbahaya. Bagi kubu Republik yang gamang menerima kekalahan Romney, terdengar tekad untuk merebut Senat.

Tampaknya, dalam masa jabatan kedua ini, Obama masih harus mengatasi hambatan yang muncul di masa jabatan pertamanya. Ia akan tetap harus bertarung untuk menggolkan legislasi di Dewan Perwakilan yang dikendalikan oleh kubu Republik.

Seputar kampanye lalu ada pendapat, bahwa kemenangan Obama kali ini bukan karena visinya atau hasil kinerja pemerintahannya, melainkan karena pemilih kurang percaya pada saingannya Mitt Romney. Isu-isu tentang kemenangan Obama memang tidak sedikit, mulai dari diselamatkan oleh badai Sandy hingga besarnya dukungan para pemilih Latino, pemilih perempuan dan pemilih Afro-Amerika.

Lalu ke depan, apakah ada cara untuk menjembatani jurang besar antara posisi Demokrat dan Republik?

Dalam pidato kemenangannya Barack Obama menyelamati Mitt Romney dan mengatakan ingin bekerja sama. Apakah itu cukup? Masih harus ditunggu.