1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Empat Melawan Vettel

Red Bull Racing sejauh ini menjadi tim yang paling konstan di musim balapan 2013. Namun empat pembalap mengintai di balik sang juara dunia. Terutama Lotus dan Mercedes berpotensi besar mencuri angka dari pesaingnya itu.

"Keajaiban itu bernama Lewis Hamilton", tulis harian Perancis Le Figaro menanggapi kemenangan pertama pembalap Inggris itu di musim ini. GP Hongaria mempertajam gambaran tentang siapa yang berbicara paling lantang di ajang balap paling bergengsi sedunia itu. Vettel masih terdepan, Kimi Räikkönen bertahan di papan atas dengan konsistensinya, Hamilton yang mulai menyodok ke depan dan Fernando Alonso yang belakangan kerepotan menghadapi performa mobil yang terus menurun.

Kedigdayaan pembalap Red Bull, Sebastian Vettel yang di paruh pertama musim balap tahun ini seakan tidak tergoyahkan. Betapa tidak? Pembalap Jerman itu mampu mendarat tujuh kali di podium selama sepuluh balapan pertama, empat di antaranya bahkan sebagai juara.

Red Bull Tidak Lagi Mendominasi

Sejauh ini cuma pembalap Finnlandia, Kimi Räikkönen saja yang mampu mengimbangi konsistensi Vettel. Pembalap yang membesut Lotus E21 itu menyudahi enam balapan di podium. Tak heran jika "The Iceman" kini menguntit Vettel di urutan kedua klasemen pembalap dengan perolehan nilai 139.

Red Bull yang musim ini mengusung RB9 memang terpaksa menanggalkan dominasinya di ajang balap paling bergengsi di dunia itu. Meski klasemen konstruktor berbicara lain, realita di atas sirkuit membuat kompetisi di antara tim-tim papan atas semakin ketat. Terutama dengan semua masalah yang muncul terkait ban baru.

Terlebih di Hongaria RB9 ketahuan memiliki masalah jika temperatur sirkuit terlampau tinggi. Vettel terpaksa menyudahi pertarungannya dengan Jenson Button di tengah balapan lantaran harus mendinginkan suhu mesin. Akibatnya ia semakin tertinggal dari Lewis Hamilton.

Kejutan Lotus

Terutama performa Lotus E21 yang dibesut Kimi Räikkönen dan pembalap Perancis Roman Grosjean cukup mengejutkan. Sepanjang GP Hongaria, Lotus tampil menggigit dan berbahaya. Hal ini terlihat dari aksi Vettel yang kewalahan menahan serangan Gorsjean di pertengahan balapan atau ketika mengejar Kimi di lap-lap terakhir.

Situasi Mercedes tidak jauh berbeda. Pabrikan asal Jerman ini tidak cuma mampu membukukan tiga kemenangan di lima balapan terakhir, kendaraan yang dibesut Lewis Hamilton dan Nico Rosberg ini juga mencatat tujuh kali pole position, empat kali lebih banyak dibanding Red Bull. Mercedes yang awalnya banyak kesulitan lantaran chasis W04 ditengarai terlalu cepat mengikis ban, mampu memperbaiki performa kendaraannya menjelang akhir paruh pertama musim ini.

Krisis di Ferrari

Ferrari sebaliknya harus menuntaskan sejumlah masalah krusial jika ingin tetap bersaing di barisan terdepan hingga akhir musim. Bukan rahasia umum lagi jika Ferrari berkutat dengan masalah terowongan angin sejak pindah dari fasilitas Toyota di Köln, Jerman kembali ke markasnya di Maranello.

Kendati begitu, tim kuda jingkrak ini masih berpotensi meraup poin maksimal di paruh kedua musim ini. Situasi serupa juga terjadi dengan Red Bull musim lalu, ketika Sebastian Vettel menyabet juara di empat sirkuit berturut-turut sejak paruh kedua.

Betapapun juga, empat pembalap tetap mengintai untuk menyabet posisi Vettel jika sang juara dunia lengah atau mengalami kesialan dengan mobilnya.

rzn/vl (dpa/sid/rtr)