1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

El Masri: Korban CIA Menangkan Kasusnya

Mahkamah HAM di Strassburg wajibkan Macedonia gantirugi 60.000 Euro, terkait penculikan warga Jerman keturunan Lebanon, Khaled el Masri, oleh CIA.

Mahkamah HAM di Strassburg mendenda Macedonia, terkait penculikan Khaled el Masri oleh Dinas Rahasia AS, CIA. Pemerintahan di Skopje wajib membayar 60.000 Euro sebagai ganti rugi.

Menurut pengacaranya, El Masri, seorang warga Jerman asal Lebanon, sebelumnya menuntut ganti rugi 300 ribu Euro. Dalam keputusan Mahkamah, Kamis (13/12), tim hakim Strassburg menyatakan bahwasanya penculikan El Masri terbukti dan tak dapat diragukan. El Masri adalah korban sebuah operasi rahasia.

Khaled El Masri, kini berusia 49 tahun, ditangkap oleh pihak keamanan Macedonia pada 31 Desember 2003. Selang tiga minggu kemudian, ia diangkut ke lapangan terbang dalam keadaan dibius, tangan diborgol dan kepala yang dikerudungi, lalu ia diserahkan kepada CIA.

Deutschland Kaled El Masri und Anwalt Manfred Gnjidic

Khaled El Masri bersama pengacara Manfred Gnjidic, 2006

Pemerintah Macedonia sebelumnya menyangkal keras seluruh dakwaan itu, meskipun sudah ditopang oleh laporan penyelidik khusus Dewan Eropa dan sejumlah korespondensi Kedutaan Amerika Serikat di Macedonia yang dibocorkan situs informasi Wikileaks.

Penyiksaan dan Interogasi

Pengadilan Strassburg menerangkan, Khaled el Masri adalah salah seorang korban operasi CIA pasca serangan 11 September 2001. Diduga memiliki hubungan dengan jaringan teror Al Qaida, El Masri diculik di Eropa dan diinterogasi di sebuah penjara rahasia.

Dalam perjalanan menuju Jerman, di perbatasanKhaled El Masri dipaksa turun oleh polisi Macedonia dari bis yang ditumpanginya. Ia ditangkap dengan alasan bahwa paspornya palsu dan diinterogasi selama berhari-hari di sebuah hotel Skopje soal kontak-kontaknya dengan kalangan Islam radikal.

CIA kemudian menerbangkan El Masri pada 23 Januar 2004 oleh CIA dari Macedonia ke Afghanistan, di mana ia dijebloskan ke sebuah penjara rahasia lain. Pengadilan mengatakan, “Selain dipukuli oleh sejumlah lelaki berkedok, ia ditelanjangi dan disodomi dengan sebuah obyek”.

Dalam empat bulan sebagai tahanan CIA, El Masri sempat melancarkan aksi mogok makan selama 37 hari. Ia dipulangkan ke Eropa pada 28 Mei 2004 dan dibebaskan di Albania. Dugaan bahwa ia memiliki hubungan dengan jaringan internasional tidak terbukti.

Beberapa tahun lalu, media Jerman menyoroti kasus Khaled El Masri, setelah ia mengatakan bahwa seorang interogatornya berasal dari Jerman. Belakangan ia mengaku tidak pasti bahwa interogrator yang bernama "Sam" itu betul-betul orang Jerman.

Menteri Dalam Negeri Jerman saat itu, Otto Schily diinformasikan soal kasus El Masri oleh mitranya di Kedutaan As, Daniel Coats. Komisi penyelidikan khusus yang dibentuk parlemen Bundestag gagal membuktikan keterlibatan Jerman dalam operasi CIA itu. Namun El Masri pantang mundur. Kasusnya ia ajukan ke pengadilan di Jerman, AS dan Macedonia dan menuntut ganti rugi. Awalnya tanpa hasil.

Musnahnya Kehidupan Normal

El Masri mengalami trauma akibat pengalamannya dan tidak mampu menjalani kehidupan normal lagi sebagai tukang kayu di Jerman. Ia kesulitan menguasai agresi yang timbul dalam dirinya. Sejak dibebaskan CIA, ia pernah memukul pengujinya , membakar sebuah supermarket yang melarangnya datang dan memukui Walikota Neu-Ulmer. Sekarang, ia menjalankan hukuman penjara.

Menurut Amnesty Internasional, ini merupakan keputusan pertama Mahkamah HAM di Strassburg mengenai keterlibatan negara-negara Eropa dalam operasi penculikan CIA dan jaringan penjara rahasianya.