1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ekstrimisme Kanan Punya Banyak Wajah

Rangkaian pembunuhan yang dilakukan kelompok Neonazi NSU menunjukkan: bahaya ekstrimisme kanan di Jerman terlalu disepelekan. Padahal lingkungan ekstrimisme kanan sangat heterogen.

Gambar simbol ekstrim kanan di Jerman

Gambar simbol ekstrim kanan di Jerman

Tahun 2000, kelompok bawah tanah 'Nationalsozialistischer Untergrund' NSU, menembak mati pedagang bunga asal Turki, Enver Simsek, di kota Nürnberg. Ini adalah awal dari rangkaian aksi pembunuhan yang dilakukan kelompok ekstrim kanan yang beranggota tiga orang itu: dua pria, yaitu Uwe Mundlos dan Uwe Böhnhardt, serta seorang perempuan, Ute Zschäpe. Korban ke-10 yang merupakan korban terakhir mereka adalah seorang polisi perempuan, Michele Kiesewetter. Ia dibunuh di kota Heilbron tahun 2007. Terkecuali Kiesewetter, semua korban yang dibunuh adalah warga asing. Kasusnya baru terungkap secara kebetulan pada tahun 2011. Trio NSU menggembar-gemborkan aksi pembunuhan mereka dalam sebuah video yang mereka sebarkan.

Para politisi dan publik kaget setelah mengetahui latar belakang pembunuhan itu. Mereka bertanya-tanya, bagaimana kelompok teror ini bisa membunuh 10 orang dan bersembunyi selama 13 tahun. Padahal sampai tahun 1998, ketiga pelaku masih berada di bawah pengamatan dinas rahasia perlindungan konstitusi ”Verfassungsschutz”. Sejak 1998 mereka menghilang dan beraksi di bawah tanah. Kegagalan dinas rahasia sangat fatal. Ketua Verfassungsschutz saat itu, Heinz Fromm, menarik konsekuensi dan mengundutkan diri. Mulai 1 Agustus 2012 ia digantikan oleh Hans Georg Maaßen, pakar terorisme dari Kementerian Dalam Negeri.

Uwe Böhnhardt (l-r), Uwe Mundlos und Beate Zschäpe (Fotos von 2007,2009 und 2011; Bildkombo).

Trio NSU: Uwe Böhnhardt (kiri), Uwe Mundlos (tengah), keduanya bunuh diri, dan Beate Zschäpe (kanan) dalam tahanan

Neonazi makin muda dan militan

Sebelum mengundurkan diri, Heinz Fromm masih sempat menyusun laporan tahunan Verfassungsschutz yang dikeluarkan bulan Juni 2012. Di sana digambarkan perkembangan ekstrimisme kanan setelah aksi pembunuhan NSU. Anggota dinas rahasia memaparkan dalam 80 halaman, bagaimana kegiatan ekstrimisme kanan berkembang sejak tahun 1990-an. ”Selama masa itu, ekstrimisme kanan jadi semakin muda, makin giat dan makin militan”, demikian disebutkan dalam laporan itu.

Setahun sebelumnya, tahun 2011, Verfassungsschutz masih belum melihat adanya struktur gerakan teror dalam kegiatan sayap kanan. Karena itu, banyak kalangan menuduh ada anggota dinas rahasia yang bersimpati pada sayap kanan dan sengaja tidak melakukan pengusutan serius. Tapi Menteri Dalam Negeri Hans-Peter Friedrich menolak tuduhan, bahwa lembaga di bawah kementriannya itu ”buta pada mata kanannya”. Friedrich mengakui memang ada ”kegagalan” dan ”keperyaaan yang hilang” terhadap lembaga dinas rahasia dan berjanji akan melakukan reformasi. Padahal dinas rahasia sebenarnya punya banyak informasi tentang gerakan ekstrimisme kanan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Potensi kekerasan terlalu dianggap enteng

Para ahli memang terlalu menganggap enteng ancaman yang muncul dari ekstrim kanan. Menteri Dalam Negeri Friedrich memperingatkan agar aparat keamanan mewaspadai kemungkinan munculnya aksi-aksi kekerasan yang terinspirasi oleh pembunuhan NSU. Ia menegaskan, aparat keamanan sudah menjalin kerjasama internasional untuk menghadapi bahaya ini. Kelompok NSU yang terdiri dari 3 orang sudah tidak aktif. Uwe Mundlos dan Uwe Böhnhardt melakukan bunuh diri, sedangkan Ute Zschäpe berada dalam tahanan polisi dan akan diadili dengan tuduhan terlibat pembunuhan.

Gambar dari NSU-Video dengan figur komik Paulchen Panther

Gambar dari NSU-Video dengan figur komik Paulchen Panther

Dilihat dari catatan statistik, angka kejahatan ekstrim kanan sebenarnya tidak banyak berubah. Dinas Kriminal Federal BKA tahun 2011 mencatat 640 kasus kekerasan yang mengakibatkan korban luka-luka, berarti dua kasus lebih banyak dari tahun sebelumnya. Untuk kasus ”percobaan pembunuhan” tercatat lima kasus pada tahun 2011, satu kasus lebih banyak dari tahun sebelumnya. Secara keseluruhan tercatat 16.000 kasus pelanggaran hukum yang berlatar belakang ekstrim kanan. 70 persen kasus itu berkaitan dengan penyebaran propaganda. Yang termasuk dalam kasus itu misalnya pengibaran bendera Nazi.

Pawai obor dengan topeng putih

Menurut perkiraan Verfassungsschutz, jumlah anggota ekstrim kanan mencapai 22.500 orang. Ini berarti sepuluh persen lebih sedikit dibanding tahun 2011. Tingkat organisasi mereka sangat berbeda-beda. Yang paling longgar adalah kelompok yang oleh para ahli digolongkan sebagai ”terpengaruh oleh subkultur”. Jumlahnya sekitar sepertiga dari seluruh ekstrim kanan. Kalangan ini dipengaruhi oleh musik-musik ekstrim kanan yang merendahkan warga asing, warga Yahudi dan golongan kiri. Kelompok ini biasanya hanya aktif di beberapa daerah. Mereka belakangan kehilangan banyak anggota. Jumlahnya turun dari 8300 menjadi 7600 orang.

Sarana yang paling penting untuk melakukan komunikasi dan mobilisasi adalah internet. Kelompok ekstrim kanan seperti ”die Unsterblichen” yang bekerja di tingkat lokal, menggunakan internet untuk mencari perhatian luas sampai keluar daerah operasinya. Mantan Ketua Verfassungsschutz Heinz Fromm menerangkan, kelompok ini bekeja dengan profesional. Mereka membuat film barisan neonazi dengan obor dan topeng putih yang dimanipulasi sedemikian rupa, sehingga kelihatannya banyak sekali orang ikut dalam pawai itu. Padahal pesertanya hanya ratusan. Acara-acara ini yang dilakukan pada malam hari secara spontan. Salah satu kelompok yang aktif adalah grup ”Gerakan Perlawanan Brandenburg Selatan” yang baru-baru ini dilarang oleh Kementerian Dalam Negeri di negara bagian Brandenburg.

Apa peran NPD?

Pendukung NPD berdemonstrasi di Friedberg (07.11.2009)

Pendukung NPD berdemonstrasi di Friedberg (2009)

Sampai dimana keterlibatan Partai Nasional Demokratik NPD dalam aksi kekerasan ekstrim kanan? Sampai saat ini, NPD terutama terlibat dalam penampilan publik kelompok-kelompok ekstrim kanan. Mereka memanfaatkan pawai pada hari peringatan pemboman kota-kota di Jerman selama perang Dunia II. Acara itu sering berakhir dengan kerusuhan dan bentrokan antara kelompok neonazi dan para penentangnya. Di Dresden dan di kota-kota lain, aliansi masyarakat sipil sejak bertahun-tahun menolak penyalahgunaan hari peringatan ini oleh ekstrim kanan.

Sekarang partai-partai politik besar sedang mendiskusikan kemungkinan melarang NPD. Kementerian Dalam Negeri dan perwakilan dari 16 negara bagian di Jerman, bermaksud mengajukan permohonan melarang NPD ke Mahkamah Konstitusi, Bundesverfassungsgericht. Upaya ini sudah pernah dilakukan tahun 2003. Namun ketika itu, para hakim di Mahkamah Konstitusi menolak, karena dinas rahasia menyusupkan informan sampai di jajaran puncak NPD. Jadi bukti-bukti yang diajukan untuk melarang NPD ditolak oleh Mahkamah Konstitusi. Menurut Konstitusi Jerman harus ada alasan sangat kuat untuk bisa melarang kegiatan partai politik.

Apakah ada hubungan personal antara NPD dan aksi pembunuhan yang dilakukan NSU? Hal itu masih sulit dijawab. NPD membantah terlibat. Tapi seorang fungsionaris NPD, Ralf Wohlleben, ditangkap polisi setelah pengusutan pembunuhan NSU. Ia dituduh membantu aksi pembunuhan itu, karena sempat menyembunyikan ketiga tersangka. Ia juga memberi senjata kepada trio NSU yang digunakan dalam aksi pembunuhan itu.

Tugas utama Verfassungsschutz

NPD berusaha mengambil jarak dari kasus pembunuhan NSU. Ketua NPD Holger Apfel menyebut aksi tersebut di internet sebagai tindakan yang ”tidak normal” dan membuatnya ”tercengang”. 6300 anggota NPD tidak menyembunyikan sikap mereka yang bermusuhan dengan orang asing dan antisemitis. Tapi mereka cukup cerdik menggunakan slogan-slogan sehingga tidak mudah dituntut ke pengadilan. Ketika berkampanye dalam pemilu lokal di Berlin, mereka memakai slogan ”berikan gas”. Kata-kata ini bisa berarti bertindaklah cepat, tapi bisa juga memberi asosiasi pembunuhan warga Yahudi dengan gas oleh rejim Nazi. Plakat itu sempat ditempel di Musium Yahudi di Berlin.

Ketua dinas rahasia Verfassungsschutz, Hans-Georg Maaßen (2012)

Ketua dinas rahasia Verfassungsschutz, Hans-Georg Maaßen

NPD juga berharap bisa merebut simpati dengan slogan-slogan anti Islam. Namun jika dilihat perolehan suara mereka dalam tujuh pemilihan negara bagian pada tahun 2011, upaya mereka tidak berhasil. Hanya di Mecklenburg-Vorpommern NPD berhasil masuk parlemen, sedangkan di enam negara bagian lainnya perolehan suara dibawah satu persen. Jika sanggup melewati batas 1 persen ini, partai politik berhak menerima bantuan kampanye dari negara. Sejak dulu, NPD yang dibentuk tahun 1964 membiayai propagandanya antara lain dengan dana bantuan ini.

Pengamatan dan pengawasan gerakan ekstrim kanan adalah salah satu tugas utama dinas rahasia 'Verfassungsschutz'. Ketua yang baru, Hans-Georg Maaßen, akan dinilai kinerjanya dari konsekuensi yang ditariknya pasca kegagalan Verfassungsschutz mencium aksi teror NSU. Maaßen yang berusia 49 tahun mendapat dukungan penuh dari Menteri Dalam Negeri Friedrich. Ia yakin, Maaßen akan berusaha keras menerapkan reformasi Verfassungsschutz seperti yang dituntut oleh kalangan politik.