1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ekonomi Hijau Sebagai Motor Pertumbuhan

Ekonomi hijau diharapkan akan mampu mengurangi angka pengangguran di Eropa yang saat ini mencapai 19 juta orang. Potensinya yang besar searah dengan lika-liku birokrasi yang menghadang.

Energi terbarukan, efisiensi energi, reduksi gas rumah kaca dan teknologi ramah lingkungan. Sejak beberapa tahun silam kepala negara dan pemerintahan Eropa menetapkan perlindungan iklim sebagai agenda utama. Sebuah proyek raksasa yang menuntut investasi besar, tapi dibarengi dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan.

Namun revolusi hijau ini urung tersulut, terlebih karena Eropa sedang tenggelam dalam krisis berkepanjangan, kata Jörg Zeuner, Direktur Bank pembangunan Federal KfW. "Kita menghadapi defisit permintaan. Eropa terlalu banyak berhemat. Kita punya masalah dalam hal pendanaan karena sektor keuangan sedang mengalami perubahan. Kita juga kesulitan menetapkan rencana jangka panjang lantaran sistem perpajakan dan regulasi di banyak negara sedang dirombak," katanya.

Crystal Gebäude London Siemens

Crystal Building, London Siemens

Eropa dalam Kemunduran?

Eropa saat ini nyaris lumpuh jika berkaitan dengan investasi besar-besaran. Padahal teknologi ramah lingkungan saat ini sudah tersedia, cuma tinggal menunggu penggunaannya, kata Kersten-Karl Barth, Direktur Teknologi Berkelanjutan Siemens, "Teknologi yang kita butuhkan untuk mencapai sasaran CO2 hingga tahun 2030 saat ini sudah tersedia hingga 70 persen," klaimnya.

Barth mendesak agar pemerintah tetap berinvestasi secara besar-besaran untuk menjaga kemampuan bersaing Eropa. "Ekonomi Hijau adalah sebuah perlombaan dan kita harus keluar sebagai pemenang, karena kalau tidak kita punya masalah," tukasnya. 

Sejak 2008 raksasa teknologi Siemens aktif menawarkan "portfolio hijau" kepada konsumen. Saat ini bidang energi terbarukan, efisiensi energi dan teknologi ramah lingkungan mewakili 42 persen dari jumlah produk yang ditawarkan. Menurut Barth, Eropa masih mampu berinvestasi di bidang ini. Terutama situasi di pasar modal menunjukkan, betapa investor saat ini membutuhkan model bisnis yang menjanjikan, "uangnya ada dan siap diinvestasikan."

Pentingnya Keamanan Rencana

Hambatan terbesar adalah keamanan investasi jangka panjang, "kita berbicara soal investasi berkelanjutan, investasi infrastuktur di kota, di kereta, di jalur transportasi, di sektor energi dan industri. Ini adalah investasi yang berjangka waktu lama dan keamanannya harus dijamin melalui kerangka hukum dan regulasi yang jelas."

Barth mengritik, sistem regulasi di Eropa saat ini memiliki banyak celah. Ia merujuk pada perdagangan emisi di Eropa. Saat ini harga sertifikat emisi gas buangan sedemikian rendah, sehingga industri dan perusahaan swasta enggan berinvestasi di teknologi yang ramah lingkungan. Kendati begitu parlemen Uni Eropa pertengahan April lalu menolak penarikan sertifikat CO2 dari pasar. Langkah tersebut sebenarnya dapat mengembalikan harga sertifikat CO2 ke level normal.     

Pentingnya Peran Subsidi

Contoh lainnya adalah ketidakjelasan terkait subsidi. Matthias Zöllner dari Bank Investasi Eropa, EIB, mewanti-wanti, seorang investor harus bisa berpegang pada informasi terkait seberapa tinggi dan berapa lama pemerintah membantu produksi energi terbarukan. "Saat ini subsidi di banyak negara sudah dikurangi secara drastis. Di Spanyol malah dihapus sepenuhnya dan ini menghancurkan banyak proyek."

Sebaliknya pemerintah juga tidak bisa menetapkan besaran subsidi untuk jangka panjang. "Aturannya harus sudah jelas sejak awal. Selain itu pemerintah juga harus menetapkan kapan revisi bisa dilakukan dan dalam situasi seperti apa."

Bank Investasi Eropa saat ini menyokong serangkaian proyek di bidang ekonomi hijau. Zöllner menilai penting investasi di tengah melemahnya sirkulasi uang. Tahun depan EIB berencana menyiapkan dana pinjaman sebesar 60 milyar Euro. Karena menurut regulasi yang ada, bank investasi membiayai sepertiga dana proyek, total volume investasi di bidang energi terbarukan bisa mencapai 180 milyar Euro.