1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Ekonomi Cina dan India Melemah

12 Juni 2012

Laju pertumbuhan ekonomi di Cina dan India, dua negara ambang industri terpenting, mulai melemah. India bahkan terancam penurunan peringkat kelayakan kredit.

https://p.dw.com/p/15CPq
Foto: Fotolia/Butch

Penilaian untuk Cina dan India mengalami perubahan drastis sejak bulan lalu. Demikian laporan organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan (OECD) dalam visi ekonomi terbarunya.

Perhitungan indikator awal yang secara rutin dilakukan OECD menunjukkan, dua negara ambang industri terpenting itu, kini tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya. Data terbaru memicu keraguan, bahwa dua negara ambang indutri terpenting ini dapat memberikan impuls baru pada ekonomi global.

Ekonomi Cina berdasarkan prognosa OECD, pada tahun ini hanya akan tumbuh sekitar 8,2 persen. Tingkat pertumbuhan terburuk sejak 1999. Cina yang merupakan negara pengekspor terpenting sedunia, mulai merasakan dampak terburuk dari krisis keuangan di negara-negara anggota Uni Eropa yang merupakan tujuan utama ekspornya.

India terancam turun rating

Ekonomi India juga pada kuartal pertama 2012 hanya tumbuh rata-rata 5,3 persen, atau tingkat terendah sejak tahun 2003. Bagi India yang strukturnya lebih lemah dari Cina, bahkan muncul ancaman penurunan rating ke tingkat terendah.

Indien Wirtschaft Baustelle in Hyderabad
Cabang properti India mengalami kemunduran seperti juga seluruh sektor ekonomi di negara itu.Foto: AP

"Penundaan atau kemunduran dalam proses menuju liberalisasi ekonomi India, dapat mempengaruhi prognosa perrtumbuhan jangka panjang, dan dengan itu juga kelayakan kreditnya", kata Joydeep Mukherjee, analis dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's Senin (11/6) di Mumbai.

Standard & Poor's bulan April lalu telah menurunkan peringkat India dari stabil menjadi negatif. Tapi ratingnya masih tetap pada kisaran BBB, yang hanya terpaut satu tingkat dari rating obralan,

"Jika India tidak berhasil mendorong kembali pertumbuhannya dan memacu reformasi, maka negara ini akan menjadi anggota kelompok BRICS pertama yang kehilangan kualitas peringkat kreditnya" papar Standard & Poors.

BRICS adalah kelompok negara ambang industri terpenting, meliputi Brazil, Rusia, Cina, India dan Afrika Selatan.

AS(rtr,afp)