1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Duterte "Bercerai" dengan AS dan Merapat ke Cina

Presiden Rodrigo Duterte mengaku telah "bercerai" dengan Amerika Serikat. Dalam kunjungannya di Cina ia kembali menegaskan niatnya membentuk poros Manila-Beijing-Moskow untuk menghadapi Amerika Serikat.

China Peking Staatsbesuch Philippine President Rodrigo Duterte visits China (picture-alliance/dpa/Ng Han Guan)

Presiden Cina Xi Jinping (ki.) menyambut Rodrigo Duterte (ka.)

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendeklarasikan negaranya telah "bercerai" dari Amerika Serikat. Hal tersebut diungkapkan di sela-sela kunjungannya di Cina.

Duterte mengklaim Washington telah "kalah," dan kini ia menyambut poros baru diplomasi dengan Cina.

Kunjungan presiden Duterte ke Cina membuahkan perjanjian dagang senilai 13,5 milyar Dollar AS. "Mungkin saya juga akan pergi ke Rusia buat berbicara dengan Vladimir Putin dan mengatakan kepadanya bahwa kita bertiga sekarang siap melawan dunia, Cina, Filipina dan Rusia. Ini adalah satu-satunya jalan," imbuhnya.

Nyatakan cerai sepihak dengan AS

"Saya telah bercerai dengan Amerika Serikat," tukasnya di sebuah acara bisnis yang dihadiri Wakil Perdana Menteri Cina, Zhang Gaoli. "Jadi saya akan bergantung pada Anda. Tapi jangan khawatir. Kami juga akan membantu kalian sebagaimana kalian membantu kami."

Cina menyiapkan sambutan hangat buat Duterte, termasuk upacara kenegaraan megah dan pesta penyambutan di halaman Balai Agung Rakyat. Kehormatan tersebut jarang didapat kepala negara lain.

Kedua negara juga sepakat mengatasi krisis di Laut Cina Selatan lewat perundingan bilateral. "Kami akan mengupayakan dialog bilateral dan konsultasi untuk mencari solusi yang patut atas isu Laut Cina Selatan," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Liu Zhenmin.

Keputusan tersebut bertentangan dengan pendekatan multilateral yang diusung ASEAN dan Amerika Serikat. Kunjungan Duterte diyakini akan membuka babak baru dalam konflik di wilayah perairan yang kaya sumber daya tersebut.

"Saya tidak akan pergi ke Amerika lagi. Di sana kami cuma akan dihina," ujar Duterte. "Jadi sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal."

rzn/as (rtr,ap)

Laporan Pilihan