1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Dunia Menuju Energi Hijau

Negara berkembang sedang menggeser investasi energi mereka ke sumber daya terbarukan, sementara negara industri maju bersikap ragu. Laporan PBB menyebut dunia tak terelakkan lagi sedang menuju energi hijau.

“Biayanya turun drastis. Energi terbarukan mewakili 6,5 persen dari seluruh listrik yang dihasilkan dan mengurangi emisi karbon hingga 1 milyar ton pada 2012,“ kata Moslener, salah seorang penulis Global Trends in Renewable Energy Investment 2013, sebuah laporan yang disponsori oleh Program Lingkungan PBB (UNEP)

Negara berkembang menemukan bahwa memasang energi hijau akan jauh kurang mahal dibanding hanya mengandalkan bahan bakar fosil. Kata Moslener, negara-negara yang lebih miskin ingin mendapat keuntungan dari biaya energi yang stabil, lapangan pekerjaan baru, meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kerusakan iklim dan kesehatan.

Sementara debat politik mengenai masa depan energi hijau mengasyikkan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris dan Jerman, negara berkembang telah meraih energi yang lebih bersih. Langkah itu terefleksikan dengan tipisnya jurang investasi. Pada 2012, negara-negara berkembang menginvestasikan 112 milyar dollar untuk energi yang bersih, bandingkan dengan negara ekonomi maju yang menginvestasikan 132 milyar dollar.

Padahal tahun 2007, investasi negara maju adalah dua setengah kali lipat dibanding negara-negara berkembang.

Secara global, meski ada penurunan 12 persen nilai investasi, 2012 tetap ada lebih banyak energi terbarukan yang dipergunakan dibanding setahun sebelumnya. Alasan utama adalah turunnya harga energi matahari hingga 30 atau 40 persen.

“Di seluruh dunia, ada pergeseran menuju energi bersih,“ kata Michael Liebreich, kepala eksekutif Bloomberg New Energy Finance.

Komplikasi Politik

Para investor faham bahwa energi bersih tak lagi berbiaya lebih mahal dibanding energi fosil. Dengan demikian, ada banyak ketertarikan tentang potensi proyek berskala besar di banyak negara.

Namun demikian, investasi energi bersih pada 2013 seharusnya lebih tinggi jika pemerintah di Eropa dan Amerika Utara tidak secara tiba-tiba menarik diri dari kebijakan energi hijau.

“Tak ada industri yang diperlakukan seburuk sektor energi bersih, khususnya di Eropa," kata Liebreich.

Seringnya perubahan kebijakan yang kadang-kadang terjadi atas keseluruhan paket kebijakan di bidang energi terbarukan, menciptakan ketidakpastian pasar, kata dia, yang membuat para investor mundur, menunggu kejelasan dan situasi yang lebih stabil.

Perubahan itu didorong oleh polarisasi politik dan sebuah debat tanpa fakta tentang pilihan-pilihan energi masa depan, khususnya di Inggris, Australia dan Kanada. Negara-negara ini sedang berada lima tahun di belakang untuk bergeser ke energi yang bersih dan berbiaya murah, kata dia. Dunia kini mencatat sejumlah rekor baru dalam penggunaan energi terbarukan, yang bisa anda simak di halaman kedua artikel ini.