1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Persamaan HakJerman

Jerman Tolak Label "Apartheid" dari Amnesty untuk Israel

3 Februari 2022

Menanggapi laporan Amnesty International tentang perlakuan Israel terhadap Palestina, Jerman menolak istilah "apartheid" dan menambahkan bahwa tuduhan itu tidak membantu menyelesaikan konflik Timur Tengah.

https://p.dw.com/p/46RPt
Orang-orang dengan bendera Israel berdemonstrasi di Berlin
Jerman adalah pendukung setia Israel, seperti yang terlihat saat aksi unjuk rasa pada Mei 2021Foto: Markus Schreiber/AP/picture alliance

Kementerian Luar Negeri Jerman memberikan pernyataan pada hari Rabu (02/02) sehubungan dengan laporan yang diterbitkan Selasa (01/02) oleh organisasi hak asasi manusia Amnesty International mengenai perlakuan Israel terhadap warga Palestina.

Laporan Amnesty menuduh Israel menundukkan warga Palestina pada sistem "apartheid" yang didasarkan pada kebijakan "pemisahan, perampasan, dan pengucilan."

Jerman, bagaimanapun, tidak setuju dengan penggunaan istilah "apartheid" yang mengacu pada Israel, kata Kementerian Luar Negeri.

"Kami menolak ekspresi seperti apartheid atau kritik sepihak terhadap Israel. Itu tidak membantu menyelesaikan konflik di Timur Tengah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Christopher Burger dalam konferensi pers.

Burger menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Jerman terus menentang pemukiman Israel di wilayah Palestina dan bahwa Berlin tetap mendukung solusi dua negara dalam konflik Timur Tengah.

Israel menuduh Amnesty bertindak 'antisemitisme'

Laporan Amnesty, yang diterbitkan di London, mengatakan tindakan Israel sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan.

LSM tersebut bergabung dengan kelompok lainnya seperti Human Rights Watch dan organisasi hak asasi manusia Israel, B'Tselem, dalam melabeli Israel sebagai negara "apartheid".

Israel menuduh Amnesty menuangkan "bahan bakar ke api antisemitisme." Kelompok Yahudi di Jerman juga menyebut laporan itu merupakan bentuk antisemit.

Presiden Masyarakat Jerman-Israel (DIG), Uwe Becker, menuntut Amnesty agar mengembalikan Hadiah Nobel Perdamaian.

"Klaim keterlaluan yang dibuat Amnesty International dalam apa yang disebut 'laporan Israel' yang diterbitkan hari ini (01/02), mengekspos organisasi itu secara definitif dan tidak diragukan lagi antisemit," katanya, dalam cuitan di Twitter pada hari Rabu (02/02) dari DIG.

Amnesty Germany sebut debat faktual sulit dicapai

Jerman adalah salah satu pendukung setia Israel dan telah menjalin hubungan khusus dengan negara tersebut serta dengan kelompok-kelompok Yahudi pro-Israel di Jerman.

Dewan Pusat Yahudi di Jerman menyebut laporan Amnesty sebagai bentuk "antisemit" dan meminta Amnesty International cabang Jerman untuk menjauhkan diri darinya.

Amnesty International Jerman menerbitkan laporan di situs webnya, tetapi mencatat bahwa dalam konteks iklim dan sejarah saat ini "debat objektif dan faktual" pada laporan itu sulit dicapai - dan menyebut pihaknya tidak akan mengatur kegiatan apa pun untuk menghalangi " salah tafsir atas laporan tersebut."

Pada hari Rabu (02/02), laporan itu tidak lagi ditempatkan di situs web Amnesty Jerman, meskipun berada di bagian atas halaman Amnesty International.

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, menolak klaim antisemitisme pada hari Selasa (01/02) sebagai "serangan tak berdasar" yang "tidak lebih dari upaya putus asa untuk menghindari pengawasan." Dia juga menekankan bahwa "Amnesty mengakui negara Israel dan mengecam antisemitisme."

ha/pkp (Reuters, KNA, AFP)