1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Dua Remaja Putri Diperkosa Massal dan Digantung

Dua remaja putri korban perkosaan massal ditemukan tewas tergantung di pohon, di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Sekelompok laki-laki, termasuk dua polisi memperkosa dan membunuh dua remaja perempuan bersaudara di pedesaan India. Korban tewas setelah digantung di pohon mangga. Pihak berwenang mengumumkan telah penangkapan empat orang pelakunya.

Penduduk desa menemukan tubuh gadis-gadis itu tergantung di pohon hari Rabu (28/05) pagi, beberapa jam setelah mereka dilaporkan menghilang dari ladang dekat rumah mereka di Desa Katra di negara bagian Uttar Pradesh, papar Inspektur polisi Atul Saxena. Gadis-gadis itu masing-masing berusia 14 dan 15 tahun, pergi ke ladang karena tidak ada toilet di rumah mereka. Mereka berasal dari masyarakat Dalit.

Polisi lamban

Ratusan penduduk desa yang marah memprotes lambannya kinerja polisi dalam penanganan kasus itu. Tayangan televisi India menunjukkan bagaimana tubuh remaja putri yang tergantung itu terayun-ayun di pohon tertiup angin. Penduduk mencegah pihak berwenang menurunkan mereka dari pohon sampai tersangkanya ditangkap.

Indien Jahrestag Gruppenvergewaltigung

Melawan kekerasan seksual

Sebelumnya wanita berumur 20 tahun diperkosa massal di negara bagian Bengal Barat, India timur. Pemuka desa diduga memerintahkan hal ini karena mereka tidak menyetujui hubungan pribadinya dengan seorang pria.

Pelaku ditangkap

Polisi kemudian menangkap empat orang dan masih mencari tersangka lainnya. Dari ahsil otopsi, diketahui bahwa gadis-gadis itu telah diperkosa secara massal dan dicekik sebelum digantung, ujarSaxena.

Penduduk desa menuduh kepala kantor polisi lokal mengabaikan keluhan ayah gadis-gadis tersebut, yang telah meaporkan bahwa buah ahtinya hilang Selasa (27/05) malam.

Indien Jahrestag Gruppenvergewaltigung

Demonstrasi menentang kekerasan seksual

India memperketat undang-undang anti-pemerkosaan tahun lalu. Undang-undang baru itu lahir, setelah insiden pemerkosaan massal terhadap mahasiswa berusia 23 tahun di sebuah bis di New Delhi, tahun 2012. Peristiwa itu memicu kemarahan nasional.

Aktivis HAM mengatakan banyaknya aksi kekerasan terhadap perempuan terjadi karena adanya budaya kekerasan seksual yang mengakar, dimana banyak kasus tidak dilaporkan. Perempuan sering ditekan oleh keluarga atau polisi untuk tetap diam meski mengalami kekerasan seksual.

ap/rzn (ap/afp)

Laporan Pilihan