1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Dua Juta Anak di Jerman Hidup Dalam Kemiskinan

Jerman yang kaya mencatat hingga dua juta anak-anak hidup dalam kemiskinan. Namun tingkat kemiskinan di jantung Eropa itu berbeda dengan di negara dunia ketiga seperti Indonesia.

Kendati kondisi perekonomian yang tengah membaik, angka kemiskinan anak-anak di Jerman meningkat. Saat ini hampir dua juta anak-anak hidup dari bantuan sosial. Data tersebut berasal dari studi teranyar yang digelar oleh yayasan Bertelsmann.

Menurut peneliti, semakin lama anak-anak hidup dalam kemiskinan, semakin besar pula dampak negatif pada pertumbuhannya.

Studi tersebut mengungkap, dibandingkan anak-anak yang berasal dari keluarga mapan, bocah miskin lebih sering terisolir secara sosial dan cendrung memiliki kondisi kesehatan yang lebih buruk.

Kebanyakan anak-anak yang hidup dalam kemiskinan berasal dari keluarga berorangtuakan tunggal dengan banyak anak.

Sekitar 50% bocah yang hidup dari bantuan sosial memiliki orangtua tunggal. Sementara sepertiga lainnya hidup di dalam keluarga dengan tiga anak atau lebih. Yayasan Bertelsmann mendesak pemerintah mereformasi program bantuan sosial untuk anak-anak, agar disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Di sembilan dari 16 negara bagian di Jerman, jumlah bocah yang hidup dari bantuan sosial antara 2011 dan 2015 meningkat tajam.

Tapi apa artinya kemiskinan anak-anak di salah satu negara paling kaya di dunia? "Mereka tidak bisa memiliki banyak hal," kata Anette Stein, pengamat sosial di yayasan Bertelsmann. Anak-anak miskin di Jerman tidak memiliki kamar sendiri, lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji sehingga lebih sering sakit.

Selain itu mereka juga tidak memiliki uang untuk membiayai perjalanan kelas, mengikuti pelajaran musik atau olahraga.

rzn/yf (epd,dpa)

Laporan Pilihan