1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Dua Aktivis Indonesia Masih Dirawat di Israel

Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa 10 relawan yang bergabung dalam misi kemanusiaan ke Jalur Gaza telah dibebaskan dari tahanan Israel.

default

Seorang aktivis asal Indonesia mengacungkan jari kemenangan setelah melewati pos pemeriksaan Israel di perbatasan Allinby

Kepastian itu didapat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Rabu pagi (02/06), setelah berkomunikasi dengan Dubes RI di Amman. Menurut Presiden, ke-10 relawan itu, kini telah berada di Yordania.

Selain itu masih ada dua relawan lain masih dirawat karena terluka. Mereka adalah Surya Fahrizal dari LSM Sahabat Al Agsa dan Oktavianto Emil Baharudin, relawan Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina KISPA. Keduanya akan dipulangkan paling lambat hari Kamis (03/06).

Presiden menyebutkan, keduanya menderita luka tembak di tangan dan kaki serta di dada. Pemerintah Indonesia berharap bantuan dari Pemerintah Yordania yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk memindahkan kedua relawan tersebut.

Pada kesempatan itu, Presiden Yudhoyono juga kembali mendesak PBB untuk melakukan investigasi atas serbuan berdarah Israel itu. Indonesia juga berharap Dewan HAM PBB mengeluarkan resolusi untuk menghukum Israel. Presiden Yudhoyono menjelaskan langkah diplomasi lanjutan yang akan digulirkan Indonesia, seperti tuntutan untuk menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi, penghentian aksi militer Israel serta serta mendorong Israel untuk kembali ke meja perundingan.

Meski Demikian, Lembaga Bantuan medis Mer-C yang ikut mensponsori keberangkatan para relawan ke Gaza memandang, upaya pemerintah Indonesia, tersebut masih kurang maksimal. Menurut direktur Mer-C, Jose Rizal Jurnalis, disarankan pemerintah Indonesia mengadukan Israel ke Mahkamah Internasinal.

12 WNI yang terdiri atas relawan, petugas medis serta sejumlah wartawan televisi itu bergabung dalam misi bantuan kemanusian menggunakan enam kapal untuk menembus blokade Gaza oleh Israel. Aksi itu digalang Free Gaza Movement, sebuah koalisi aktivis international yang melibatkan banyak tokoh pegiat HAM dan LSM internasional, serta sejumlah pemenang Nobel.

Zaki Amrullah

Editor: Ging Ginanjar

Laporan Pilihan