1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

DPR AS Setujui Rencana Reformasi Kesehatan Obama

Rencana reformasi sistem kesehatan Presiden AS Barack Obama melampaui rintangan penting pertama. Mayoritas anggota DPR AS mematahkan perlawanan pihak oposisi dari Partai Republik dengan menyetujui rencana itu (07/11).

default

Presiden AS Barack Obama

Di Washington, waktu sudah mendekati tengah malam (Sabtu 07/11), ketika DPR AS akhirnya menyetujui rancangan Undang-Undang reformasi kesehatan dari Presiden Barack Obama. Persetujuan diberikan oleh 220 anggota legislatif, yakni 219 dari Partai Demokrat yang saat ini berkuasa di AS dan seorang dari kubu oposisi Partai Republik. Secara keseluruhan, rancangan UU itu dapat lolos dengan hanya mendapatkan dua suara dari batas minimal yang diperlukan. 30 suara dari kubu Demokrat menentang rencana itu.

Presiden AS Barack Obama memang sudah mengetahui bahwa hasil pemungutan suara akan ketat sekali, karena itu ia sebelumnya datang ke Kongres untuk sekali lagi mengimbau rekan separtainya dari kubu Demokrat untuk memberikan persetujuan. Obama mengulang kembali seruannya itu dalam sebuah pidato resmi: „Kini tiba waktunya bagi kita untuk memenuhi janji. Saya mohon

kepada anggota Kongres untuk mendengarkan panggilan bersejarah dan menyetujui rencana UU ini."

Rencana UU itu mencakup 2.000 halaman. Dana perkiraan bagi reformasi sistem kesehatan AS itu sekitar 808 milyar Euro yang akan dikucurkan dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Rencana itu menjanjikan asuransi kesehatan biaya rendah dan menyentuh hampir semua warga AS.

Sebuah asuransi pemerintah direncanakan akan diciptakan sebagai alternatif bagi perusahaan-perusahaan asuransi swasta. Perusahaan-perusahaan nantinya diwajibkan untukk menawarkan asuransi kesehatan kepada karyawannya. Hanya perusahaan yang sangat kecil dibebaskan dari kewajiban itu. Perusahaan asuransi tidak akan lagi diizinkan untuk menolak seorang calon nasabah berdasarkan penyakit yang dideritanya.

Kubu Republik telah berupaya menghalangi lolosnya rencana UU itu hingga detik-detik terakhir dan menunda pemungutan suara dengan berbagai akal bulus yang berganti-ganti. Pemimpin kubu Republik di DPR AS, John Boehner memperingatkan: „Reformasi ini akan mengakibatkan PHK. Asuransi akan bertambah mahal dan pelayanan bagi para lansia akan berkurang. Warga AS tidak menginginkan semuanya ini."

Perdebatan mengenai isu itu telah berlangsung alot. Hingga saat-saat terakhir, semua masalah diperdebatkan satu persatu, misalnya berkaitan dengan bagian yang kontroversial mengenai pembayaran aborsi. Seusai pemungutan suara, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi kelihatan merasa lega atas keberhasilan untuk meloloskan rancangan UU itu: "Kami sangat bangga dengan keberhasilan kami dan terhadap anggota legislatif yang mengetahui apa yang telah mereka capai bagi rakyat AS."

Bagi Presiden AS Barack Obama, persetujuan Kongres tersebut merupakan sebuah tahap kemenangan. Reformasi kesehatan di negara ini masih harus menempuh jalan yang cukup panjang. Kini giliran Senat yang harus memberikan persetujuannya. Mayoritas di Senat dianggap masih belum pasti akan menyetujui rancangan UU itu. Sesudahnya, baru DPR dan Senat bersama-sama membuat rancangan UU dan melakukan pemungutan suara terakhir.

Sabine Müller/Christa Saloh

Editor. Ayu Purwaningsih