1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Dortmund Mencapai Final Liga Champions

Borussia Dortmund mengamankan tempat di final Liga Champions meski kalah 2-0 dari Real Madrid di stadion Bernabeu. Mereka selamat dari kekhawatiran di menit-menit terakhir.

Seperti yang telah diprediksikan oleh pelatih Dortmund Jürgen Klopp, Real Madrid (ketinggalan 1-4 usai tandang ke Dortmund pada leg pertama) turun lapangan hijau dengan kecepatan yang membara - meski suhu dingin di Madrid - dan mereka seharusnya bisa dengan mudah menyeimbangkan keadaan dalam 15 menit.

Sepak terjang Gonzalo Higuain, Cristiano Ronaldo, dan Mesut Özil berhasil digagalkan oleh performa luar biasa kiper Roman Weidenfeller, yang memberikan skuad Dortmund ketenangan yang mereka butuhkan dalam stadion Bernabeu yang penuh gemuruh.

Pemain pengganti Benzema mengakhiri kebuntuan pada menit ke-83

Pemain pengganti Benzema mengakhiri kebuntuan pada menit ke-83

Di sisi lain, Robert Lewandowski lebih dijaga ketat ketimbang pekan lalu (saat ia menyarangkan 4 gol), terutama oleh Sergio Ramos. Meski terkadang terlihat tekel-tekel kasar, dan ketegangan di antara kedua pemain terus meningkat sepanjang laga.

Sementara, serangan balas Dortmund mendapat pukulan keras pada menit ke-13, saat malam Mario Götze harus berakhir prematur. Penyerang bintang itu, mulai bermain untuk Bayern München musim panas ini, terkena cedera lutut dan terlihat sedikit kesal saat digantikan oleh Kevin Grosskreutz.

Usai pertandingan Klopp mengatakan otot Götze robek, dan kemungkinan besar tidak dapat ikut turun saat laga final.

Setelah selamat dari badai di menit-menit awal, Die Borussen perlahan mulai mengambil alih kontrol, secara konstan sukses memberikan ancaman di kotak penalti Los Blancos, meski gagal menghasilkan peluang jernih.

Kekhawatiran babak kedua

Madrid kembali mengintimidasi di babak kedua, memenangkan serangkaian tendangan pojok pada menit-menit awal, tapi lini pertahanan Dortmund berhasil menghadang. Terutama bek Mats Hummels, yang kesalahannya di leg pertama menghadiahkan Ronaldo satu gol, bermain cemerlang.

Gol Ramos pada menit ke-88 membuat Dortmund deg-degan

Gol Ramos pada menit ke-88 membuat Dortmund deg-degan

Seraya laga berlanjut, Dortmund seharusnya dapat memimpin dengan 2 gol. Sekali saat serangan balasan yang cekatan dari Marco Reus disambut tendangan Lewandowski, sayangnya mengenai mistar gawang. Lalu peluang berikutnya datang saat Ilkay Gündogan duel dengan kiper Diego Lopez, namun sontekannya berhasil ditepis.

Real Madrid tanpa taring di hadapan gawang Dortmund sepanjang babak kedua, hingga menit ke-83, saat Benzema menyumbang gol pertama malam itu. Gegap gempita fans Real berlanjut saat Sergio Ramos, sang bek yang tidak dapat ikut laga berikutnya akibat akumulasi kartu kuning, memanfaatkan tendangan pojok dan menyorongkan bola ke arah atas gawang Dortmund pada menit ke-88.

Kekhawatiran Dortmund memuncak membayangkan kesuksesan mereka sendiri di perpanjangan waktu kala menyingkirkan Malaga di perempat final. Tapi mereka berhasil bertahan, memberi jalan bagi final yang kemungkinan besar menjadi pertemuan antara dua kesebelasan Jerman di London.

Laporan Pilihan