1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Wajah Jerman

Dokter Gigi – Dusan Barac

Bagi banyak orang, dokter gigi hanyalah seseorang berbaju putih dengan wajah tersembunyi di balik masker dan tangan memegang mesin bor. Dusan Barac dari kota Bad Homburg menunjukkan wajahnya dan memperkenalkan kehidupann

default

Sebenarnya Dusan Barac ingin tidur lebih lama di pagi hari. Tetapi dokter gigi ini harus mengikuti jadwal pasiennya. Hari Senin adalah hari yang paling sibuk baginya. Ia mulai kerja jam 7 pagi. Di hari-hari lain, ia baru berada di tempat prakteknya jam 8 pagi. Lelaki berusia 33 tahun ini mempunyai perawakan seperti olahragawan dan mempunyai rambut berwarna coklat gelap.

Ibu Dusan Barac berasal dari Hungaria dan ayahnya dari Serbia. Ia lahir di Jerman. “Saya orang Frankfurt asli“, ujarnya dengan senyum. Latar belakang keluarganya merupakan hal positif sekarang ini. Barac menguasai tiga bahasa: Bahasa Jerman, Hungaria dan Serbia. Beberapa pasien asing memutuskan datang ke dokter gigi ini karena alasan bahasa.

Dokter Gigi, Sekertaris dan Manajer

Dusan Barac cinta dengan pekerjaannya. Sejak umur 10 tahun, ia ingin menjadi dokter gigi dan sejak 7 tahun ia menjalani profesi ini. Ia terutama senang dengan variasi yang diberikan pekerjaan ini. Dan ia juga senang bekerja dengan tangannya, apalagi kalau bisa langsung lihat hasilnya. Sampai sekarang ia sudah bisa menimba banyak pengalaman di pekerjaannya ini. “Tidak ada lagi yang bisa membuat saya heran di bidang ini“, katanya ketika sedang mengurusi pasien yang bermasalah dengan akar giginya.

Gesichter Deutschlands Porträt DuBa

sedang bertugas

Sejak setahun ini, Dusan Barac membuka praktek sendiri. Ia telah mengeluarkan banyak tenaga dan menginvestasikan banyak uang untuk itu, juga untuk mempekerjakan tiga karyawan. Pekerjaan Dusan Barac bukan saja sebagai dokter gigi di tempat prakteknya ini. Kadang ia juga memainkan peran sebagai sekertaris, kadang sebagai manajer.

Hampir Tidak Ada Waktu untuk Istirahat Siang

Dengan tiga tugasnya ini, Dusan Barac hampir tidak punya waktu untuk istirahat siang. Sementara karyawan-karyawannya makan siang, Dusan harus mengurusi administrasi – ia cuma makan bekal roti lapisnya. Sebagai bos di tempat kerjanya sendiri, ia juga bertanggung jawab atas keberhasilan tempat praktek baru ini. Orang tua dan pacarnya juga mendukung Dusan.

Dusan Barac tidak punya masalah dengan giginya sendiri. Perawatan giginya, ia serahkan kepada karyawannya. Dusan sendiri tidak bisa membayangkan harus pergi ke dokter gigi lain. Karena masing-masing dokter mempunyai caranya sendiri dan ia tidak yakin, bahwa dokter gigi lain bisa memenuhi standarnya.

Tidak Mau Masak Sendiri

Gesichter Deutschlands Porträt DuBa

bersantai di rumah

Ketika Dusan Barac meninggalkan tempat prakteknya di malam hari, bukan berarti ia selesai dengan semua pekerjaannya. Apa yang masih tersisa, ia selesaikan di rumah. Seperti tempat prakteknya, rumah Dusan Barac berada di kota Bad Homburg, di dekat Frankfurt. Di sana ia tinggal bersama dengan pacarnya, Rebecca. Keduanya mengurusi kucing peliharaan mereka, Maja. Keduanya menemukan kucing ini di hutan dua tahun lalu. Waktu itu Maja hampir mati kelaparan. Sekarang bisa dilihat, bahwa keduanya merawat Maja dengan baik.

Dusan Barac senang binatang. Yang ia tidak suka adalah memasak. Ini dilakukan pacarnya dan kadang ibunya. Dusan lebih senang menggunakan waktu luangnya untuk berolah raga. Fitnes penting sekali bagi dokter gigi ini. Tetapi Barac juga senang bermalas-malasan di sofa setelah makan malam. Ia juga harus mengumpulkan tenaga untuk hari berikutnya.

Lidet Abebe/Anggatira Gollmer
Editor: Yuniman Farid

Laporan Pilihan

WWW Link