1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Dokter Cabut Dua Ratusan Gigi dari Mulut Seorang Remaja

Berapa jumlah gigi Anda? Para dokter bedah di Mumbai telah mencabuti 232 butir gigi dari mulut seorang remaja India. Kasus ini langka dan menjadi rekor dunia.

Ashik Gavai, usianya baru 17 tahun. Remaja India itu mencari bantuan medis setelah mengalami pembengkakan pada sisi kanan rahang bawah. Selama berbulan-bulan ia merasakan sakit tak terperi pada giginya. Dari desa, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit JJ, di mana paramedis menemukan bahwa dia menderita kondisi yang dikenal sebagai odontoma kompleks, tutur kepala kedokteran gigi rumah sakit tersebut, Sunanda Dhivare-Palwankar.

"Kami kemudian mengoperasinya selama hampir tujuh jam. Kami pikir tadinya itu mungkin operasi sederhana. Tapi setelah kami membukanya ada beberapa gigi berbentuk seperti mutiara di dalam tulang rahang," kata Sunanda Dhivare-Palwankar.

Kesulitan dalam operasi

Para dokter di Mumbai yang mngoperasinya menyebutkan, Ashik mengalami kondisi yang 'amat jarang'. Setelah mencabuti gigi, mereka juga menemukan struktur yang lebih besar "seperti marmer" di dalam rahang. Para dokter berjuang untuk menggesermya dan akhirnya harus "mengikir" dan mencabutnya.

Indien 232 Zähne in Mund eines Teenagers entdeckt

Para dokter bekerja keras

Ayah sang pasien muda itu, Suresh Gavai, mengatakan bahwa keluarga mereka telah khawatir bahwa pembengkakan Ashik adalah cikal bakal pertumbuhan kanker: "Saya sangat khawatir bahwa kondisi itu mungkin berubah menjadi kanker, sehingga saya membawanya ke Mumbai," kata Suresh Gavai.

Rekor dunia

Dhivare-Palwankar mengatakan ini kasus amat langka. Sebab dalam literatur prosedur pencabutan gigi, maksimal berjumlah 37 butir yang pernah dicabut sebelumnya. Sedangkan ia dan timnya telah menghitung, lebih dari 232 gigi diambil dari mulut Ashik Gavai. "Saya pikir itu bisa menjadi rekor dunia," katanya.

Kini Ashhik Gavai memiliki jumlah gigi normal, 28 butir. Dan operasi juga berhasil mempertahankan struktur tulang rahangnya,sehingga ia bisa sembuh tanpa menjadi cacat, pungkas ahli bedah itu.

ap/yf(afp)

Laporan Pilihan