1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Dituding Manipulasi, PSSI Gertak Balik

PSSI dituding terlibat dalam pengaturan skor saat timnas Indonesia U-23 berlaga di Sea Games 2015. Menurut LBH, manipulasi sepakbola telah berlangsung secara sistematis di Indonesia sejak tahun 2000.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menepis dugaan manipulasi pertandingan pada ajang Sea Games 2015 yang melibatkan timnas Indonesia U-23. "Saya pastikan PSSI tidak akan tinggal diam terkait tuduhan match fixing tersebut," celoteh Ketua Umum PSSI, La Nyalla lewat akun Twitternya.

"PSSI akan menempuh jalur hukum untuk melawan fitnah itu," imbuhnya.

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Jendral PSSI, Azwan Karim. Menurutnya tuduhan semacam itu harus dibarengi dengan bukti-bukti hukum. “Kasihan pemain dan ofisial yang baru pulang berjuang atas nama negara dituduh dengan dugaan yang lemah tersebut,” kata Azwan kepada harian Tribun.

Manipulasi Sistematis

PSSI menilai, kekalahan pahit Indonesia 0:5 melawan Thailand di babak semifinal dan 0:5 melawan Vietnam pada laga perebutan tempat ketiga diakibatkan perbedaan kualitas pemain. "Kekalahan tersebut murni karena Indonesia kalah kelas. Para pemain sudah berjuang maksimal. Tidak mungkin ada match fixing seperti yang dituduhkan," katanya lagi.

Sebelumnya Lembaga Bantuan Hukum mengaku pihaknya memiliki bukti rekaman terkait dugaan pengaturan skor dalam laga di Sea Games ke-28 di Singapura. "Kami akan buka rekaman antara bandar dan pengaturan skor pertandingan," kata Kepala Bidang Penanganan Kasus LBH, M. Isnur kepada Tempo.

LBH mencurigai, praktik manipulasi pertandingan yang dilakukan sindikat mafia sepakbola dilakukan secara sistematis. "Ternyata sepak bola kita parah diatur mafia. Bahkan, sebelum liga dijalankan, sudah ada skenarionya," ujarnya.

Suap Pakai Dana APBD

Namun LBH enggan menyebut sosok yang bertanggungjawab atas pengaturan skor pada laga di Sea Games. "Bukan orang PSSI," tukasnya, "tapi berkaitan dengan PSSI."

Laporan yang masuk ke Badan Reserse Kriminal Polri menyebut, mafia menggunakan dana APBD untuk melakukan penyuapan antara tahun 2000 hingga 2010. Sejak saat itu dana suap berasal dari kocek seorang pengusaha asal Malaysia.

Menurut Bareskrim, pelapor yang didampingi oleh LBH melaporkan nama manajer klub, pemain dan sejumlah fungsionaris PSSI yang diduga terlibat dalam pengaturan skor.

rzn/vlz (kompas,tempo,antara,tribun,dll)