1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Lingkungan

Ditemukan Spesies Katak Produksi Pigmen Warna

Ilmuwan Jerman dan Panama menemukan spesies baru katak emas di dataran tinggi Amerika Tengah. Katak kecil berwarna kuning cerah akan mengeluarkan pigmen warna kuning dari kulitnya jika merasa terancam.

Warna kuning mencolok pada katak "Diasporus citrinobapheus" itu, mula-mula tidak menarik perhatian para peneliti Jerman dan Panama. Yang jauh lebih menarik adalah suara yang tidak lazim, yang dikeluarkan katak kuning emas jantan, untuk menarik betinanya di habitatnya kawasan pegunungan Cordillera Panama.

"Suara katak jantan itu dengan jelas membedakannya dari katak jenis lainnya", kata pakar biologi Jerman, Andreas Hertz dari institut riset Senckenberg di Frankfurt. "Dari situ kami menduga menemukan spesies baru."

Hertz menulis dalam situs internet institut riset Jerman itu, tidak mudah menemukan katak kecil berukuran sekitar dua sentimeter tersebut di kelebatan hutan tropis Panama."Apalagi menangkapnya."

Warna kuning cerah atau oranye pada katak bersangkutan, juga amat berbeda dari katak yang sekeluarga yang habitatnya sama. Perbedaan sifat lainnya yang amat mencolok ditemukan belakangan oleh para ilmuwan.

"Ketika kami menyentuhnya, katak itu mengeluarkan pigmen warna kuning yang membuat jari kami juga berwarna kuning", ujar Hertz. Sejauh ini belum diketahui apa fungsi siginifikan dari produksi pigmen warna pada kulit katak itu jika ia merasa terancam.

Unsur warna yang dikeluarkan katak yang namanya "pewarna kuning" itu tidak mengandung racun. Sejauh ini diduga hal itu berfungsi sebagai tanda peringatan. Para peneliti masih terus melakukan riset, untuk mengetahui fungsi atau kegunaan pigmen warna yang diproduksi katak jenis baru itu.

Richard Connor/Agus Setiawan

Editor : Vidi Legowo-Zipperer