1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Diserang Partai Sendiri, Merkel Gigih Bela Pengungsi

Krisis pengungsi jadi pertaruhan berat buat posisi Angela Merkel. Kebijakan tangan terbuka yang dianutnya menyulut kritik dan pembangkangan dari barisan sendiri. Dalam kondisi tersudutkan, Merkel mencari dukungan publik

Angin sedang berbalik arah buat Angela Merkel. Saat krisis pengungsi memasuki fase paling menentukan, sang kanselir malah kehilangan dukungan di barisan sendiri. Dia yang tersudut, memilih jalan paling rasional buat seorang kepala negara: yakni mencari dukungan publik.

Dalam sebuah wawancara televisi, Merkel kembali menekankan tidak akan bergeser dari haluan politiknya ihwal pengungsi. Lebih dari tiga juta penonton menyaksikan bagaimana sang kanselir berupaya merasionalisasi isu yang sudah kadung menyulut emosi di kalangan rakyat maupun partai politik itu.

*Sebuah media di Jerman menampilkan "karikatur" Angela Merkel yang sedang mengenakan jilbab

"Kita tidak bisa menutup perbatasan. Kalau kita membangun tembok, mereka akan mencari jalan lain buat masuk," tukasnya sembari menambahkan, dirinya "tidak akan mengikuti persaingan menjadi siapa yang paling tidak ramah terhadap pengungsi."

Baru-baru ini Merkel mendongkel Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere dengan mencabut kewenangannya dalam hal pengungsi. Ia lalu menunjuk Menteri Sekretaris Negara Peter Altmeier buat menjalankan tugas tersebut. Mendagri sebelumnya mengritik kebijakan Merkel yang dinilainya tidak terstruktur.

Infografik Verteilung syrischer Flüchtlinge 2011-2015 Englisch

Grafik sebaran pengungsi Suriah di seluruh dunia.

Belum lama ini sekelompok fungsionaris partai pemerintah, CDU, melayangkan surat terbuka bernada kritis kepada Merkel. "Politik pintu terbuka yang dijalankan Kanselir saat ini tidak cuma melanggar hukum Jerman dan Eropa, ia juga tidak sesuai dengan prinsip dasar partai."

Krisis pengungsi kini berubah menjadi pertarungan pribadi buat Merkel. Di situ juga dipertaruhkan kelanjutan karir politiknya dalam pemilu mendatang. "Untuk pertamakalinya sang kanselir mengabaikan partai dan dengan keyakinan yang tinggi mengambil jalannya sendiri," komentar harian Italia, La Stampa.

Kepada publik Jerman ia meminta kesabaran dan kepercayaan terhadap kebijakannya tersebut. "Anda bisa percaya bahwa saya benar-benar bekerja, dan dengan tekanan yang tinggi," ujarnya lagi.


Laporan Pilihan