1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Dikhawatirkan Suriah Akan Gunakan Senjata Kimia

Kekhawatiran terus berkembang bahwa Presiden Suriah Bashar al Assad akan menggunakan senjata kimia dalam konflik sipil di negara itu. Baik PBB dan AS telah mengeluarkan peringatan baru.

Peringatan terakhir datang dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Kamis (06/12/12). “Saya pikir, tidak disangkal lagi bawa kita tetap khawatir, sangat khawatir bahwa rezim mungkin akan memeprtimbangkan penggunaan senjata kimia, menimbang pasukan oposisi terus mendesak,“ dikatakan Panetta kepada para wartawan di Washington.

Panetta enggan memberikan keterangan spesifik ketika ditanya wartawan, apa yang akan AS lakukan jika Assad menggunakan senjata kimia. “Saya tidak akan berspekulasi atau mengomentari mengenai kemungkinan konsekuensi yang akan diterapkan,“ dikatakan Panetta. “Tapi saya pikir, sudah cukup untuk mengatakan bahwa penggunaan senjata kimia menurut kami sudah di luar batas.“

Sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyampaikan keprihatinannya kepada pemimpin Organisasi Pelarangan Senjata Kimia OPCW, Ahmet Uzumcu. Kepada kantor berita Reuters, seorang pejabat pers PBB mengatakan bahwa Ban Ki-moon melakukan pembicaraan lewat telefon dengan Uzumcu, untuk menginformasikan isi surat yang ia tulis kepada Assad. “Sekjen PBB memberitahukan bahwa ia telah menulis surat kepada Presiden al-Assad, mendesaknya untuk tidak menggunakan senjata seperti itu dalam kondisi apapun. Ia juga menggarisbahwai tanggung jawab mendasar dari pemerintah Suriah untuk menjamin keselamatan dan keamanan setiap persediaan senjata semacam itu.“

Menurut OPCW, Suriah merupakan salah satu negara dari enam negara yang tidak turut menandatangani atau mengaksesi Konvensi Senjata Kimia, yang bertujuan untuk mengakhiri penggunaannya. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs, OPCW mengatakan akan terus memantau perkembangan di Suriah sehubungan dengan kekhawatiran penggunaan senjata kimia.

Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional ICRC mengatakan, mengantisipasi digunakannya senjata kimia, kini tengah dilakukan “perencanaan darurat“ untuk melindungi sekitar 100 pekerja kemanusiaan yang berada di Suriah. Namun, wakil kepala operasional ICRC, Regis Savioz, kepada wartawan di Jenewa, Swiss, mengatan bahwa seandainya senjata kimia digunakan para pekerja akan terus melakukan “apa pun yang bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan terus berusaha untuk menjalankan misi seperti saat ini.“

Rezim Assad membantah berencana untuk menggunakan senjata kimia. “Bahkan jika Suriah memilikinya, senjata tersebut tidak akan digunakan untuk melawan rakyat,” dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal al-Mokdad dalam sebuah interview dengan stasiun televisi Lebanon Al Manar.

yf/rn (rtr/dpa/ap)