1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Diharapkan Lebih Banyak Perusahaan Jerman Berinvestasi di India

Dalam lawatan Indianya, Presiden Jerman Horst Köhler antara lain mengunjungi sejumlah perusahaan. Di kota Pune, Köhler menyinggahi Thermax, sebuah perusahaan keluarga India yang antara lain memproduksi AC dan Boiler.

default

Presiden Jerman Horst Koehler (tengah) ketika berkunjung ke pabrik VW di Pune

Bisnis keluarga ini tergolong sukses. Thermax antara lain mengekspor produknya ke Jerman. Kliennya termasuk produsen mobil Audi dan Mercedes. Perusahaan ini memperkerjakan 3.000 insinyur dan belum pernah berutang - hal yang membuat dewan direksi perusahaan sangat bangga.

"Ini contoh sukses yang luar biasa dan sekaligus membuktikan, anggapan bahwa India identik dengan kemiskinan dan kekacauan adalah salah. Ini membuktikan bahwa ada tanggung jawab perusahaan dan bahwa pertumbuhan ekonomi ini membantu mengatasi masalah-masalah sosial," demikian puji Köhler.

Pune yang dulu bernama Poona dan merupakan nirwana bagi kaum hippie kini berubah menjadi kota industri. Produsen otomotif Volkswagen antara lai membuka pabrik baru di kota ini. Mobil VW Polo yang diproduksi di Pune disesuaikan dengan kebutuhan pasar India, kata juru bicara VW untuk India Kurt Rippholz. Misalnya, semua mobil Polo memiliki AC, klaksonnya lebih keras dan wipernya disesuaikan untuk musim penghujan di India, kata Rippholz.

Dengan konsep ini, VW berupaya untuk menarik minat kelas menengah ke atas India. Saat ini, di India tercatat 45 juta mobil. Tahun 2030 jumlahnya diperkirakan mencapai 200 juta. VW berambisi untuk meraih antara delapan sampai sepuluh persen pangsa pasar. Produsen mobil VW merupakan perusahaan Jerman dengan investasi terbesar di India.

Presiden Horst Köhler senang melihat keterlibatan VW di India. Dan ia berharap, perusahaan Jerman lainnya juga mempertimbangkan untuk berinvestasi di negeri Ghandi.

Peluang investasi tak hanya terbuka bagi para produsen otomotif, tapi juga sistem lalu lintas yang inovatif, tambah Köhler. Mengingat adanya ancaman perubahan iklim, sangatlah penting untuk menemukan alternatif transportasi bagi sekitar satu miliar warga India.

Bettina Marx/Ziphora Robina

Editor: Yuniman Farid