1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Dibayangi Kasus BP, Cameron dan Obama Upayakan Hubungan Baik

Kepala negara Inggris dan Amerika Serikat tampil bersahabat di hadapan pers di Washington, setelah membicarakan bencana pencemaran minyak di Teluk Meksiko dan dibebaskannya teroris Lybia dalam kasus Lockerbie.

default

PM Inggris David Cameron (kiri) dan Presiden AS Barack Obama dalam konferensi pers bersama di Gedung Putih (20/07)

Sebagai dua negara yang memiliki hubungan erat, pertemuan antara kepala negara Amerika Serikat dan Inggris pekan ini tidak mudah. Terutama bagi Perdana Menteri Inggris David Cameron, hari Selasa (20/7), yang dalam kunjungan resmi pertamanya menghadapi kritik di Amerika Serikat. Cameron harus menangani ketegangan akibat pencemaran minyak di Teluk Meksiko yang disebabkan oleh perusahaan minyak Inggris, BP. Selain itu, ia juga harus menempatkan konflik mengenai pembebasan pelaku bom kasus Lockerbie dengan baik. Namun usahanya tidak sepihak. Juga Presiden AS Barack Obama berusaha memperbaiki hubungan kedua negara itu dengan bersikap jauh lebih moderat, ketimbang saat berhadapan dengan BP.

Mengenai peran BP ke depan, Cameron mengutarakan akan membatasi perkembangan perusahaan minyak itu. Disamping itu Cameron menyatakan, "Mengenai isu BP, yang kami bahas cukup lama, saya mengerti sepenuhnya kemarahan yang dirasakan Amerika Serikat. Pencemaran minyak di Teluk Meksiko adalah bencana bukan saja bagi lingkungan, tapi juga bagi sektor perikanan dan turisme. Saya sangat jelas mengenai ini.“

Menurut Cameron, BP harus bertanggung jawab penuh dan membenahi permasalahan ini secara tuntas, termasuk dengan memberikan ganti rugi kepada warga setempat di lokasi bencana. Namun Cameron juga mengingatkan, bahwa ribuan orang di kedua sisi transatlantik hidup dari perusahaan minyak itu. Karenanya, BP tidak boleh dituntut sampai bangkrut. Tegasnya, "BP adalah perusahaan yang penting baik untuk ekonomi Inggris maupun ekonomi Amerika Serikat.“

Perdana Menteri Cameron dan Presiden Barack Obama juga sepakat bahwa pembebasan pelaku aksi pemboman Lockerbie, Abdel Basset al-Megrahi, merupakan kesalahan besar. Tahun 1988, al-Megrahi meledakkan pesawat Pan Am 103 di dekat kota Lockerbie, di Skotlandia. Aksi eror ini menewaskan 270 orang, 189 korban diantaranya adalah warga Amerika Serikat. Tahun 2009 lalu, warga Lybia itu dibebaskan untuk pulang ke negaranya setelah didiagnosa sakit kanker. Hal itu menimbulkan kemarahan keluarga korban dan warga Amerika secara umum.

Belakangan tersebar kabar yang mengaitkan pembebasan al-Megrahi dengan keberhasilan BP mendapat kontrak pengolahan lahan minyak bumi di Lybia. Cameron menepis seruan sejumlah senator Amerika Serikat untuk menyidik ulang peran BP dalam hal itu. Ia menegaskan, bahwa keputusan untuk membebaskan al-Megrahi merupakan semata tanggung jawab pemerintah Skotlandia. Tanpa dipengaruhi oleh BP.

Disamping membahas isu-isu perkembangan Afghanistan, sanksi terhadap Iran dan strategi perkembangan ekonomi, kedua kepala negara itu juga berusaha mempererat hubungan. Obama mengungkapkan, bagi negaranya, Inggris merupakan mitra terkuat AS di Afghanistan. Diberitakan, Cameron juga menyampaikan undangan kenegaraan kepada Obama dari Ratu Inggris, Elizabeth.

rtr/afpe/Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan