1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Dialog Iklim Petersberg Dibuka

Menjelang konferensi iklim yang akan diselenggarakan akhir tahun 2010 ini, Jerman dan Meksiko mengundang perwakilan negara ke Petersberg. Di wilayah perbukitan dekat kota Bonn ini digelar dialog iklim informal.

default

Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) dan Presiden Meksiko Felipe Calderon Hinojosa dalam aacara pembukaan Dialog Iklim Petersberg (02/05)

Acaranya diberi nama "Dialog Iklim Petersberg". Kegiatannya bukan merupakan pertemuan puncak dengan pembicaraan yang kaku dan resmi, melainkan seperti sebuah pembicaraan yang terbuka. Dilakukan dalam kelompok kecil, tanpa terikat aturan diplomasi dan sederajat. Dengan demikian perbedaan pandangan menjelang konferensi puncak iklim dunia, bulan Desember mendatang di Cancun, Meksiko, makin dapat diperkecil.

Dalam acara pembukaan dialog, Kanselir Jerman Angela Merkel dengan jelas mengungkapkan arahnya, "Di satu pihak tetap untuk mencapai tujuan yang mengikat dalam perjanjian yang baru, yakni kenaikan suhu maksimal dua derajat. Tapi di lain pihak, tidak ada gunanya terus menerus mendiskusikan sebuah teori dari tahun ke tahun, tanpa mulai melakukannya."

Bila suatu waktu memungkinkan, wakil dari 45 negara yang menghadiri dialog di Petersberg´akan menyepakati proyek yang nyata. Mengenainya Kanselir Angela Merkel menandaskan, "Saya pikir, tidak ada alternatif lain dari proses yang dilakukan PBB untuk bidang iklim. Kita dapat melakukan perundingan untuk menyiapkannya, dan juga dapat melakukan beberapa permbicaraan. Tapi pada akhirnya harus ditampung dalam proses yang dilakukan PBB, dan dalam prosesnya tidak ada yang merasa dikecualikan."

Perundingan iklim bulan Desember tahun 2009 lalu di Kopenhagen, Denmark, diwarnai tawar-menawar dan pertikaian, sehingga sangat sedikit yang dihasilkan. Kejadian ini jangan kembali terulang di Cancun, karena umat manusia terancam bahaya yang akut. Demikian ditandaskan Presiden Meksiko Felipe Calderon. Ditambahkannya, "Sekarang kita harus bertindak. Setiap tahun berlalu begitu saja. Itu membuat masalahnya semakin memburuk, mahal dan rumit."

Semuanya tahu, apa yang bermain dibelakangnya. Dunia internasional dalam konferensi di Kopenhagen tidak berada dalam kondisi untuk mewajibkan dibatasinya emisi karbon dioksida agar sampai akhir abad ini kenaikan suhu bumi hanya maksimal mencapai dua derajat. Batasan dua derajat ini, menurut peneliti iklim masih dapat diawasi. Tapi saat ini, angkanya melebihi tiga derajat, karena negara dan kelompok negara tertentu saling menjegal.

Di Amerika Serikat, Presiden Barack Obama menghentikan pembahasan rancangan undang-undang di bidang iklim dan energi. Cina baru akan menjalankan kewajibannya yang mengikat, bila Amerika Serikat dengan jelas mengurangi emisi karbon dioksida . Sementara negara berkembang dan ambang industri mengingatkan tanggung jawab sejarah dari negara-negara industri.

Dialog iklim di Petersberg tidak akan dapat memecahkan masalahnya. Juga tidak akan dapat menghasilkan perjanjian. Melainkan hanya untuk dapat menciptakan saling kepercayaan baru, agar konferensi puncak iklim di Cancun, Meksiko, tujuh bulan mendatang tidak terancam malapetaka berikutnya.

Sandra Petersmann/Asril Ridwan

Editor: Dyan Kostermanns