1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Di Tengah Krisis Diplomatik, AS Jual Jet Tempur F-15 ke Qatar

Menteri Pertahanan AS dan Qatar menandatangani kesepakatan pembelian pesawat tempur F-15 senilai 12 miliar Dolar di Washington.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis hari Rabu (14/6) menerima kedatangan Menteri Pertahanan Qatar Khalid bin Mohammed al-Attiyah dan menyepakati penjualan pesawat tempur AS tipe F-15 kepada Qatar. Kesepakatan tersebut bernilai 12 miliar Dolar AS.

"Qatar dan Amerika Serikat telah memperkokoh kerja sama militernya dengan berjuang bersama berdampingan selama bertahun-tahun dalam upaya untuk memberantas terorisme dan mempromosikan masa depan, martabat dan kemakmuran," kata al-Attiyah dalam sebuah pernyataan.

Penandatanganan kesepakatan itu menegaskan kembali eratnya hubungan militer kedua negara. Menhan AS Jim Mattis sebelumnya pernah bertugas di Pusat Komando Angkatan Udara AS di Pangkalan Udara al-Udeid. Pangkalan udara tersebut berperan penting dalam perang melawan ISIS di Irak dan Suriah dan dalam perang di Afghanistan.

Amerikanischer Militäreinsatz in Katar (U.S. Air Force photo by Tech. Sgt. Amy M. Lovgren)

Pesawat militer AS di pangkalan udara al Udeid, Qatar

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS yang tidak ingin disebut namanya mengatakan kepada akntor berita AP, masih akan memakan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan penjualan itu.

Krisis antara Qatar dan negara tetangganya di Arab yang semuanya merupakan sekutu AS menempatkan Amerika dalam situasi sulit. Jim Mattis telah menggambarkan politik Qatar sudah "bergerak ke arah yang benar". Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson juga berusaha meredam krisis itu dan meminta negara-negara Teluk untuk tetap bersatu.

Tetapi Presiden Donald Trump berulang kali menuduh Qatar mendanai kelompok teroris. Itulah tuduhan utama yang kemudian diajukan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar 5 Juni lalu.

Karte Countries that severed ties with Qatar ENG

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar, diikuti oleh Libya dan Maladewa

Qatar sejak lama berusaha mengamankan hubungannya dengan AS, kata David B. Roberts, asisten profesor di King's College London yang baru-baru ini menulis buku "Qatar: Mengamankan Ambisi Global Sebuah Negara-Kota".

"Qatar sejak lama ingin menjadikan dirinya sekutu penting bagi Amerika Serikat dalam bidang apapun," kata Roberts. Hari Kamis (1576) dua kapal perang Amerika Serikat berkunjung ke Qatar, yang menjadi pangkalan bagi sekitar 10.000 tentara AS. Perselisihan antara Qatar dan negara-negara yang dipimpin oleh Arab Saudi belum mengguncang kemitraan AS-Qatar.

Sementara itu, badan Perserikatan Bangsa Bangsa yang mengawasi perjalanan udara internasional ICAO menyatakan telah menerima keluhan resmi Qatar tentang negara-negara lain yang melarang pedaratan maskapainya Qatar Airways. Larangan itu membuat jadwal hubungan udara terganggu dan merugikan bisnis Qatar Airways.

Arab Saudi juga menutup perbatasan darat dengan Qatar, yang sangat penting untuk lalu lintas barang.

hp (ap, afp, rtr)

 

Laporan Pilihan