1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Demonstran Terus Menduduki Lapangan Parlemen Yunani

Terdapat isyarat bahwa keputusan mengenai pembayaran utang negara Yunani akan jatuh tempo akhir pekan ini. Menurut keterangan Yunani, IMF, Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa sudah memberikan keputusan.

Aksi protes di Lapangan Syntagma, Athena, Yunani

Aksi protes di Lapangan Syntagma, Athena, Yunani

Kamis ini (02/06), petunjuk pelaksanaan penghematan anggaran Yunani diumumkan di Athena. Puluhan instansi pemerintahan dan lembaga negara diwajibkan untuk memberikan keterangan resmi mengenai apa yang mereka kerjakan, berapa biayanya dan apa hasilnya. Sekitar 70 instansi pemerintah ini akan kolaps atau ditutup. Dengan begitu, 2,7 miliar Euro akan dihemat.

Sebagian besar para pengunjuk rasa di depan gedung parlemen di Athena tidak peduli pada keputusan aktual pemerintahnya. Sejak seminggu terakhir ini, mereka berdemonstrasi, siang dan malam, di lapangan depan gedung parlemen. Protes mereka ditujukan pada politisi negaranya.

"Pencuri ini harus dipenjarakan, dan rumahnya dibakar," kata seorang demonstran, berusia awal 40-an. Pencuri yang dimaksud adalah 300 anggota parlemen Yunani.

Pria ini menambahkan, "Orang-orang kaya, bank, dan perusahaan pelayaran harus membayar pajak. Tidak hanya kami, rakyat jelata."

Seorang demonstran Yunani

Seorang demonstran Yunani

Banyak orang-orang muda di antara para demonstran. Sebagian besarnya tidak hanya menentang kebijakan penghematan pemerintah Yunani, melainkan pula keseluruhan haluan negara saat ini.

"Situasi di sekolah dan perguruan tinggi sama sekali tidak bisa diterima. Benar-benar tidak teratur," ujar perempuan berusia 17 tahun ini, yang datang bersama dua temannya di Lapangan Syntagma, depan parlemen. Mereka mengetahui jadwal demonstrasi dari grup yang bernama "Rakyat yang Marah" di situs jejaring sosial Facebook.

"Keseluruhan sistem pendidikan harus diubah. Mereka harus mengerti apa yang kami inginkan dan idamkan. Kami ingin dipandang sebagai pribadi mandiri dan bukan bagian dari massa," tambahnya.

Banyak demonstran yang mendirikan tenda di Lapangan Syntagma, Athena. Mereka berkeras ingin tetap menduduki lapangan itu hingga ada perubahan.

Steffen Wurzel/Luky Setyarini

Editor: Renata Permadi