1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Demonstran Hong Kong Abaikan Seruan Penghentian Aksi

Pemimpin Hong Kong menyerukan diakhirinya demonstrasi jalanan yang menarik puluhan ribu orang dan melumpuhkan kota, namun para demonstran menolak pulang hingga Cina memberikan demokrasi sejati.

Dalam pidato pertama sejak para demonstran disemprot gas air mata oleh polisi anti huru-hara Minggu malam, pimpinan eksekutif Hong Kong, Leung Chun-ying, mengatakan protes yang diorganisir kelompok pro-demokrasi Occupy Central sudah ”tidak terkendali”.

“Para pendiri Occupy Central telah mengatakan berulangkali bahwa jika gerakan ini mulai tidak terkendali, mereka akan menyerukan agar dihentikan. Sekarang saya meminta mereka untuk memenuhi janji yang mereka buat kepada masyarakat, dan menghentikan kampanye ini segera,” kata dia.

Pemimpin demonstran langsung menolak tuntuan Leung sambil menyerukan kembali tuntutan mereka agar pemimpin Hong Kong itu meletakkan jabatan.

“Jika Leung Chun-ying mengumumkan pengunduran dirinya, pendudukan ini akan setidaknya berhenti untuk sementara waktu, dan kami akan memutuskan langkah berikutnya,” kata pendiri gerakan Chan Kin-man.

Protes ini telah membuat Beijing bergulat dengan salah satu tantangan terberat dalam menangani kota semi-otonom itu karena pada saat bersamaan Partai Komunis Cina sedang mengambil tindakan keras terhadap para pembangkang di Cina daratan.

Demonstrasi, yang merupakan kerusuhan sipil terburuk yang pernah dialami Hong Kong sejak penyerahan dari kekuasaan Inggris pada 1997, dipicu oleh keputusan Beijing bulang lalu untuk membatasi siapa yang bisa menduduki jabatan tertinggi di kota tersebut.

Warga Hong Kong akan memilih pemimpin eksekutif mereka pada pemilihan umum 2017, namun hanya dua atau tiga kandidat yang oleh komite yang pro-Beijing diperbolehkan untuk maju – sesuatu yang oleh para demonstran dijuluki sebagai “demokrasi palsu“ yang menunjukkan bahwa Hong Kong tidak bisa mempercayai Beijing.

Tapi Leung mengatakan Beijing tidak akan membujuk para demonstran untuk mengubah sikapnya.

Sementara itu pemerintah Cina menggambarkan demonstrasi besar di Hong Kong sebagai sesuatu yang ilegal, sambil menambahkan bahwa mereka mendukung penuh pemerintah Hong Kong untuk menangani para demonstran.

Para demonstran diperkirakan akan turun dalam jumlah besar pada saat hari libur nasional pada hari Rabu.

ab/hp (afp,ap,rtr)