1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Demonstran dan Polisi Terlibat Bentrokan di Kairo

Aparat keamanan Mesir dan demonstran terlibat bentrokan di dekat Kementerian Pertahanan di Kairo. Para demonstran melempari batu, polisi bereaksi dengan mengerahkan meriam air dan gas air mata.

Hampir tiga pekan menjelang pemilihan presiden, Mesir kembali dilanda aksi protes. Para demonstran di dekat kementerian pertahanan Mesir mengabaikan peringatan aparat keamanan untuk mendekati gedung tersebut Jumat (04/05), sejumlah dari mereka melempari batu. Aparat keamanan kemudian menggunakan meriam air dan gas air mata dalam upaya membubarkan para demonstran. Kementerian Kesehatan Mesir melaporkan hampir 60 orang luka-luka. Aksi demonstrasi itu menyusul serangan Rabu lalu yang ditargetkan terhadap sekelompok demonstran. Penyerang tidak dikenal menyebabkan 20 orang tewas di luar gedung kementerian pada insiden sebelumnya.

A protester, right, waves a stick at Egyptian soldiers during clashes outside the Ministry of Defense in Cairo, Egypt, Friday, May 4, 2012. Egyptian armed forces and protesters clashed in Cairo on Friday, with troops firing water cannons and tear gas at demonstrators who threw stones as they tried to march on the Defense Ministry, a flashpoint for a new cycle of violence only weeks ahead of presidential elections. (Foto:Ahmed Gomaa/AP/dapd)

Kerusuhan dekat Kementerian Pertahanan di Kairo

Seruan untuk ikut berdemonstrasi di kementerian pertahanan yang terletak di distrik timur Abbasiya diumumkan di Lapangan Tahrir, ketika ribuan orang melakukan sholat Jumat.

Demonstran Minta Dewan Militer Mundur

Pelaku aksi protes di dekat kementerian pertahanan dan di Lapangan Tahrir menuntut lengsernya penguasa interim militer Mesir di bawah pimpinan Hussein Tantawi. Dewan Militer Mesir itu memimpin kekuasaan di Mesir, sejak tergulingnya Presiden Husni Mubarak Februari 2011.

Setelah pemilihan presiden, kekuasaan akan diserahkan kepada pemerintah sipil. Menjelang putaran pertama pemilihan presiden tanggal 23 dan 24 Mei mendatang, berulang kali terjadi protes kekerasan menentang pencoretan 10 dari total 23 kandidat. Jika tidak satupun dari 13 kandidat meraih suara mayoritas dalam putaran pertama pemilu, dijadwalkan berlangsung pemungutan suara langsung tanggal 16 dan 17 Juni mendatang.

DK/AFP/AP/dpa/Reuters