1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Demokrat dan Republik Capai Kesepakatan Soal Utang AS

Kubu Demokrat dan Republik akhirnya sepakati kompromi dalam politik anggaran. Kongres masih harus menyetujui rancangan kesepakatan kenaikan plafon utang tersebut.

default

Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih umumkan tercapainya kesepakatan dalam sengketa politik utang

Sekitar pukul 20 lewat 40, Washington menarik nafas lega. Penantian panjang dan perdebatan alot berakhir. Presiden Barack Obama tampil di depan kamera di Gedung Putih, "Ketua dua partai di kedua kamar telah mencapai kesepakatan."

Demikian pengumuman yang disampaikan Obama. Kesepakatan ini menghindarkan Amerika Serikat dari status tidak dapat membayar utang dan juga merencanakan pengurangan utang dalam jangka panjang.

Obama mengatakan mengharapkan kesepakatan yang berbeda. Ia mengakui, ini sebuah keputusan amat sulit, menyangkut perombakan sistem sosial dan sebuah reformasi pajak yang kini harus dilaksanakan, dan tidak ditunda hingga waktu berikutnya. Akan tetapi karena sudah jelas, lebih dari kesepakatan itu tidak akan dapat dicapai, kelegaan amat nampak di wajah Obama.

Namun kesepakatan itu masih harus disetujui oleh Kongres. Obama mengatakan, "Saya imbau semua anggota dari kedua partai melakukan yang terbaik dan mendukung kesepakatan ini, dalam beberapa hari mendatang."

Belum Tentu Disetujui Kongres

Kesepakatan dari para tokoh politik itu bukanlah jaminan bahwa rancangannya akan berkibar-kibar dan diterima oleh Kongres. Hal itu amat tegas terlihat Minggu (31/07) malam waktu setempat. Kubu Demokrat dan kubu Republik masing-masing merencanakan pertemuan partai hari Senin (01/08) pagi waktu setempat untuk mendiskusikan kesepakatan tersebut.

Pimpinan Partai Republik di Senat, Mitch McConnell, mengatakan apa tujuan pertemuan partainya, "Untuk membahas kerangkanya, dan memberikan peluang bagi semua untuk berpendapat."

Poin terpenting dari kesepakatan yang dicapai adalah; batasan plafon utang keseluruhan dinaikkan sekitar 2,4 trilyun Dollar hingga akhir 2012, jadi sampai masa pemilu presiden usai. Kenaikan batasan utang itu, harus diimbangi dengan penghematan anggaran pengeluaran. Sebagai langkah pertama disepakati penghematan anggaran hingga satu trilyun Dollar untuk waktu 10 tahun mendatang.

Komite Kongres Ajukan Usulan

Di bulan-bulan mendatang, sebuah komite baru di Kongres akan mengajukan usulan bagi penghematan anggaran berikutnya senilai sekitar 1,5 trilyun Dollar. Jika Kongres sampai akhir tahun ini tidak menyetujui usulan itu, secara otomatis pemotongan anggaran dalam skala luas akan diberlakukan. Hal itu akan mengakibatkan kedua partai terpukul, karena penghematan antara lain akan menyangkut anggaran militer atau asuransi kesehatan bagi para pensiunan.

Pimpinan Partai Demokrat di Senat, Harry Reid, memperingatkan, "Kedua pihak tidak mendapat semua yang diharapkan, karena itu harus berkompromi."

Namun kelompok liberal di kubu Demokrat merasakan kompromi itu tidak proporsional dan membebani pihak mereka. Rancangannya penuh dengan penghematan namun samasekali tidak mengandung pendapatan baru dari pajak.

Juga kelompok ultra konservatif di kubu Republik tidak akan mendukung kesepakatan semacam itu. Karena kedua partai dinilai tidak menghimpun seluruh suara anggota Kongres. Di kubu ekstrim kiri atau ekstrim kanan, dipastikan muncul suara penolakan. Kini harapannya adalah, rancangan kompromi tersebut mendapat dukungan yang mencukupi dari kelompok tengah di Kongres agar dapat lolos.

Sabine Müller/Agus Setiawan

Editor: Andriani Nangoy

Laporan Pilihan