1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Delapan Anggota Tim Dokter Asing Tewas di Afghanistan

Jenazah delapan anggota tim dokter ditemukan di Afghanistan Utara. Taliban menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

default

Nuristan, Afghanistan

Dalam sebuah serangan di sebuah kawasan sepi di Afghanistan Utara, sepuluh orang tewas. Di antaranya delapan warga asing. Demikian menurut kepala polisi provinsi Badachshan, Jenderal Agha Nur Kemtus, hari Sabtu (07/08). Menurut organisasi bantuan kristen International Assistance Mission, enam warga Amerika Serikat terdapat di antara korban tewas, juga seorang warga Jerman, seorang warga Inggris dan dua orang lainnya yang bertugas sebagai penerjemah.

Taliban menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan delapan warga asing dan dua penerjemah Afghanistan. Para anggota tim dokter itu dituding melakukan kegiatan mata-mata bagi Amerika Serikat dan menyebarkan agama Kristen, ujar juru bicara Taliban, Sabjullah Mudshahid. Demikian dilaporkan kantor berita AP di Kabul.

Jenderal Agha Nur Kemtus mengutarakan, para korban ditemukan hari Jumat (06/08) di sebuah hutan daerah Kuran Wa Mundshan di dekat kendaraan mereka yang penuh dengan lobang tembakan. Ketika memberikan keterangan, Kemtus menambahkan, ia tidak dapat memberikan keterangan mengenai kebangsaan para korban, karena tidak ada kartu tanda pengenal atau sejenisnya yang ditemukan.

Afghanistan Dschalalabad Krankenhaus

Rumah sakit baru di Jhalalabad

Bantuan perawatan penyakit mata

Sementara itu direktur organisasi bantuan Kristen International Assistance Mission (IAM), Dirk Frans mengatakan, para korban sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah klinik mata di Nuristan ke Kabul. IAM adalah sebuah organisasi bantuan Kristen yang aktif di Afghanistan sejak tahun 1966 dan memusatkan kegiatannya pada bantuan perawatan penyakit mata. Salah seorang korban Amerika Serikat adalah pakar optik, Tom Little yang sejak puluhan tahun bekerja di Afghanistan.

Hingga berita ini diturunkan, menurut keterangan IAM organisasi bantuan tempat para dokter bertugas, diantara mereka yang terbunuh di Utara Afghanistan, hanya terdapat seorang dokter Jerman. Korban lainnya adalah seorang warga Inggris, enam warga AS dan dua warga Afghanistan. Polisi provinsi Badakhshan sebelumnya melaporkan enam korban yang tewas warga Jerman, dua warga Amerika Serikat dan dua warga Afghanistan. Berdasarkan keterangan dari sumber yang dapat dipercaya di Kabul, kantor berita Jerman DPA, kematian seorang perempuan Jerman sudah dipastikan.

Kemtus: Tiga wanita dan lima pria asing

Sedangkan Kedubes AS di Kabul mengumumkan bahwa ada alasan-alasan yang menunjukkan, terdapat sejumlah warga AS di antara korban, namun tidak dapat memberikan rincian. Demikian juru bicara Kedubes AS Caitlin Hayden.

Menurut Jenderal Kemtus, delapan korban warga asing yang tewas itu terdiri dari tiga wanita dan lima pria. Seorang Afghanistan dikatakan selamat. Ia mengatakan kepada Kemtus bahwa ketika diserang ia berteriak menyatakan dirinya muslim dan memohon agar tidak dibunuh. Selanjutnya korban yang selamat menuturkan kepada Kemtus, kelompok korban melakukan perjalanan melewati provinsi Pandshir, Nuristan dan Badachshan. Mereka kemudian disergap kelompok pria bersenjata dan diserang. Kemtus tidak menepis kemungkinan bahwa itu merupakan serangan perampokan.

Afghanistan Pashto Camp Nähe Kabul Flash-Galerie

Di kamp pengungsi Pashtun di provinsi Helmand

Tragedi tidak diharapkan akhiri bantuan di Afghanistan

Penduduk desa mengaku telah melihat kelompok korban 15 hari yang lalu, ujar Kemtus. Dua hari sebelumnya, para penduduk desa melaporkan kepada polisi, mereka melihat kendaraan jeep warga asing yang telah ditinggalkan. Setelah itu tim pencari dikerahkan.

Direktur International Assistance Mission IAM, Dirk Frans mengemukakan di Kabul bahwa tragedi ini membawa dampak negatif bagi petugas organisasi bantuan IAM, untuk selanjutnya bekerja bagi rakyat Afghanistan. Ia berharap, kejadian ini tidak akan mengakhiri bantuan yang setiap tahun dinikmati oleh sekitar seperempat juta warga Afghanistan.

Christa Saloh/ap/rtre/dpa/AFP

Editor: Dyan Kostermans