1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Cuitan Rio Ferdinand Sulut 'Perang Klaim Makanan' Indonesia-Singapura

Berasal dari manakah nasi goreng? Apakah ini masakan asli Indonesia? Di dunia maya ini jadi perdebatan heboh dengan tagar #NasiGorengIndonesia.

Mantan pemain sepak bola Inggris Rio Ferdinand tanpa sadar memicu pertikaian di dunia maya, setelah memposting foto “nasi goreng” dengan tulisan “makan siang nasi goreng, memelihara budaya lokal #Singapura”.

Kebetulan, Rio tengah berada di Singapura untuk menyaksikan ajang Grand Prix Formula 1 sambil berlibur. Dari kamar hotel, sang mantan lini belakang Manchester United itu melakukan swafoto alias selfie.

Sontak, kicauan Rio dibalas banyak netizen dari Indonesia yang berusaha meyakinkan bahwa penganan itu sejatinya berasal dari Indonesia:

Meme pun bermunculan meledek kegundahan netizer Indonesia atas kepemilikan nasi goreng. Salah satunya mengkaitkan dengan kabut asap yang rajin ‘menyambangi' negeri jiran itu.

Namun ada juga yang berusaha menengahi pertikaian itu:

Jadi, sebenarnya dari mana nasi goreng berasal? Menurut sejumlah sumber, nasi goreng dipercaya berasal dari Tiongkok dan menyebar ke Asia Tenggara:

Tak mengherankan jika nasi goreng bisa dijumpai di negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang juga mempunyai menu tersebut meskipun dengan cita rasa berbeda-beda.

Meski klaim-klaim nasi goreng berhamburan di dunia maya, Rio bersikap santai.

Tampaknya bagi dia, yang jelas ia menyukai masakan ini, bahkan sejak lama:

Di Jerman pun beberapa kedai makanan Asia menyediakan menu "nasi goreng“ tanpa merujuk asal negara penginspirasi masakan tersebut.

Nasi Goreng tentu bukan satu-satunya yang jadi biang pertempuran kepemilikan antar pengguna internet di negara-negara yang saling bertetangga ini. Berbagai warisan kuliner dan budaya di negara-negara yang berbagi sejarah ini kerap jadi letupan api di dunia maya.

Pada tahun 2009 protes meletus di kedutaan Malaysia di Jakarta setelah Kuala Lumpur dituduh menjarah budaya nusantara lewat klaim tarian tradisional Bali pada iiklan mempromosikan pariwisata di Malaysia.

Namun itu ternyata kesalahpahaman belaka. Itu bukanlah iklan yang disponsori pemerintah untuk pariwisata, melainkan sebuah trailer yang gagal untuk sebuah film dokumenter tentang Malaysia.

ap/vlz(afp)

Laporan Pilihan