1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Costa Concordia, Diperbaiki atau Dipotong-potong?

Bagaimana nasib selanjutnya kapal pesiar mewah yang kandas, Costa Concordia? Pakar ingin agar kapal pesiar raksasa itu diperbaiki. Solusi yang baik, namun mahal dan sangat rumit.

A rescuer sits on a rock near the cruise ship Costa Concordia keeled over on its side in the tiny Tuscan island of Giglio, Italy, Thursday, Jan. 19, 2012. The $450 million Costa Concordia was carrying more than 4,200 passengers and crew when it slammed into well-charted rocks off the Tuscan island of Giglio. Eleven people have been confirmed dead and 21 others are still missing. (Foto:Gregorio Borgia/AP/dapd)

Costa Concordia

Miring dan terbelah, kapal pesiar mewah Costa Concordia kandas di atas batu karang di depan pulau Giglio, Italia. Masih belum jelas nasib kapal raksasa itu selanjutnya. Mungkin diperbaiki, tetapi mungkin juga akan dipotong-potong, lalu potongannya diangkut. "Kedua kemungkinan ini ada", kata Stefan Krüger, professor pembangunan kapal di Universtas Teknologi Hamburg-Haburg.

Keberhasilan untuk membuat kapal itu kembali layak layar tergantung berbagai faktor. Terutama harus berhasil untuk setidaknya menambal keretakan sepanjang 70 meter di badan kapal. Selain itu, retakan kecil lainnya yang tak terhitung jumlahnya, juga harus dicor lagi. "Baru bila kapal itu tidak bocor lagi, bahan bakar dapat dipompa dan badannya ditegakkan", ujar Krüger. Ini juga merupakan tantangan besar, namun dapat berhasil.

Penegakkan posisi dan penarikan

Kapal feri Herald of Free Enterprise yang tahun 1987 kandas di gosong pasir yang berkedalaman sembilan meter di bawah permukaan laut, berhasil diperbaiki. Saat itu 16 tonggak penyanggah beton ditancapkan di dasar laut. Tonggak itu diperlukan bagi keran-keran kapal penarik. Kapal rusak itu kemudian ditegakkan, lalu ditarik.

Beschreibung Schwimmkran Asian Hercules II auf der Elbmündung vor Cuxhaven Quelle selbst fotografiert Urheber bzw. Nutzungsrechtinhaber Benutzer:Jusco Datum 27.04.2002, 10:02 Uhr Anmerkungen Tragkraft: 3200 t maximale Höhe (mit wippbarem Hilfsausleger): 120 m, ohne Hilfsausleger (wie hier): 85 m

Keran terapung ini dapat mengangkat beban hingga 5000 ton

Hal yang serupa juga bisa dilakukan dengan Costa Concordia. Perusahaan spesial untuk itu dapat menancapkan tonggak-tonggak penyanggah yang masif ke dasar laut, di bawah badan kapal itu. Bantal udara raksasa akan dapat mendongkrak daya apung ekstra.

Namun semuanya ini hanya dapat berfungsi bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kapal pesiar yang rusak ini masih cukup stabil dan dapat ditarik dengan rantai-rantai khsusus ke perairan yang lebih dalam sebelum ditegakkan. Pekerjaan ini sangat penuh dengan tantangan. Pasalnya, panjang Costa Concordia lebih dari 290 meter dan beratnya lebih 114.000 ton. Sebagai perbandingan: Panjang Kapal Herald of Free Enterprise hanya sekitar 145 meter dan beratnya 8000 ton.

Pakar pembangunan kapal, Krüger memperkirakan, keseluruhan prosedur akan berlangsung beberapa bulan. "Pada dasarnya kapal itu dapat diperbaiki dan digunakan lagi", tambahnya. Namun ia meragukan bahwa ke depan seseorang bersedia menaiki kapal pesiar mewah ini. Menurutnya Costa Concordia kemungkinan besar akan dibesituakan.

Dipotong-potong

Seandainya Costa Concordia rusak serta tidak stabil untuk ditegakkan kembali dan ditarik, kapal itu akan dipotong-potong. Dengan bantuan tali baja mengandung intan, kapal itu dipotong dalam bagian-bagian terpisah yang masing-masing terdiri dari ribuan ton. Dengan tali baja semacam itu kapal selam Rusia "Kursk" yang rusak, dipotong-potong dua belas tahun yang silam.

Potongan-potongan bangkai kapal kemudian diangkat dengan keran khusus dan diangkut dengan kapal ke tempat pembuangan. Tetapi aksi semacam itu menyita waktu lebih lama ketimbang "menambal, menarik dan menegakkan kapal". Pakar penyelamatan kapal Eyk-Uwe Pap dari perusahaan Jerman Baltic Taucher di Rostock mengatakan, satu hingga tiga tahun diperlukan untuk itu. Tambahan lagi, bahan bakar yang berat harus dipompa habis sebelum pemotongan. Kedengarannya lebih gampang dari pelaksanaannya. Karena suhu 10 derajat yang saat ini tercatat di pesisir Italia itu membuat konsistensi bahan bakar menjadi seperti ter. Jadi sebelum dipompa minyak berat itu harus dipanaskan dulu dalam proses yang cukup rumit.

Saat ini orang masih menduga-duga, metode mana yang akan diterapkan. Keputusan akan diambil pada hari-hari mendatang. Situasi yang tidak menguntungkan, misalnya angin kencang dan ombak tinggi dapat menggerak-gerakkan kapal itu. Ini akan merupakan bencana, karena menurut Pap, yang terpenting adalah menjaga kestabilan bangkai kapal seperti dalam kondisi sekarang. Bila tidak terkontrolkan lagi, upaya penyelamatan semakin sulit dan mahal. Kemungkinan orang tidak akan dapat lagi menyelamatkannya, melainkan hanya membiarkan kapal itu begitu saja, ujar Profesor Srefan Krüger.

Judith Hartl/Christa Saloh-Foerster

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan