1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Clinton: Kemitraan AS dengan Jerman Salah Satu Yang Terpenting

Tidak lama setelah kunjungan kerjanya di Amerika Serikat, Senin (09/11), Guido Westerwelle sambut Hillary Clinton di Berlin. Kunjungan Clinton ke Berlin ini adalah dalam rangka perayaan 20 tahun runtuhnya Tembok Berlin.

default

Menlu Jerman Westerwelle ketika mengunjungi Hillary Clinton di Washington, 05 Nov

Seusai mengadakan pertemuan di Berlin, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle dan Hillary Clinton tampil akrab di hadapan wartawan seakan-akan keduanya telah berteman sejak lama. Padahal keduanya baru berkenalan pekan lalu, ketika Guido Westerwelle melakoni kunjungan kerja pertamanya ke Washington. Dalam jumpa pers, Westerwelle berterimakasih kepada Clinton atas keramahannya selama pertemuan.

"Jarang terjadi bahwa seseorang ketika baru menjabat bisa membangun pembahasan yang baik dan ramah dengan rekan seprofesi," dikatakan Westerwelle.

Clinton tampak tersipu-sipu mendapat pujian seperti itu. Ia lalu mengatakan bahwa dirinya berbicara dalam Bahasa Inggris dengan Westerwelle. Clinton merujuk pada perdebatan publik mengenai kemampuan berbahasa Inggris menteri luar negeri Jerman yang baru ini. Clinton juga memuji kerja sama antara kedua negara dan hubungan yang baik antara pemerintahan Obama dan Merkel.

"Kemitraan kami dengan Jerman merupakan salah satu yang terkuat dan terpenting bagi kami. Untuk itu kami sangat berterimakasih. Saya senang dapat memulai kerja sama dengan menlu yang baru dan juga pemerintahan baru di Jerman," ungkap Clinton.

Termasuk ke dalam kemitraan yang dibangun sejak pemerintahan Presiden Barack Obama adalah sikap kedua negara untuk tidak membesar-besarkan perbedaan pandangan dalam menyikapi berbagai masalah internasional. Clinton misalnya memuji aktivitas Jerman di Afghanistan tanpa menyebut tuntutan penambahan pasukan yang belakangan semakin lantang dibicarakan di Washington. Westerwelle sendiri menekankan, Jerman akan tetap membantu pendidikan aparat kepolisian di Afghanistan tanpa memperjelas dimensi bantuan yang dijanjikan.

Kedua menteri luar negeri mendesak Presiden Afghanistan Hamid Karsai untuk memerangi korupsi yang merebak dan bertindak berdasarkan norma sebuah pemerintahan yang baik dan demokratis. Pemerintah Afghanistan harus membantu upaya dunia internasional dengan lebih keras, begitu tandas Clinton.

Jerman dan Amerika Serikat juga berpandangan sama mengenai arah perkembangan perundingan nuklir dengan Iran. Clinton dan Westerwelle menuntut pemerintah di Teheran agar secepatnya mengambil sikap mengenai program pengayaan uranium dan pembanguan reaktor untuk tujuan penelitian.

Nina Werkhäuser/Rizki Nugraha

Editor: Yuniman Farid