1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Clinton dan Trump Kembali Unggul Pemilihan Pendahuluan

Hillary Clinton dan Donald Trump kembali keluar sebagai pemenang tegas dalam pemilihan pendahuluan. Sementara para pesaing sudah mulai persiapkan pemilihan berikutnya dan tetap berharap menang.

Donald Trump raup kemenangan di seluruh lima negara bagian di Timur Laut AS (Connecticut, Delaware, Maryland, Pennsylvania dan Rhode Island), dalam pemilihan pendahuluan bagi kedua partai yang bertanding untuk berebut kursi presiden AS yang diadakan Selasa. Dengan itu posisi Trump tambah kuat sebagai kandidat calon presiden dari Partai Republik.

Trump menyatakan, "Saya menganggap diri saya calon yang paling mungkin menang." Demikian kata milyuner tersebut di New York, walaupun ia masih harus mendapat dukungan 1.237 delegasi berikutnya, untuk jadi calon resmi Partai Republik. "Bagi saya, persaingan sudah berakhir." Demikian kata Trump dengan pongah.

Sementara itu di kubu Demokrat, mantan ibu negara dan menteri luar negeri Hillary Clinton juga berhasil memperbesar perbedaan jumlah pengumpulan suara dari saingan terkuatnya Bernie Sanders.

Infografik US-Vorwahlen Gewinner Stand 27.04.2016 Englisch

Di kubu Demokrat, Clinton menang tegas di empat negara bagian, termasuk di Pennsylvania yang jadi ajang perebutan perolehan suara. Di depan para pendukungnya di kota Philadelphia, Clinton menyebut Selasa kemarin sebagai malam yang indah. Namun ia tidak menang mutlak kali ini, karena Bernie Sanders berhasil menang di Rhode Island, dan bertekad akan terus berjuang untuk jadi calon presiden.

Saling hantam antara Republik dan Demokrat dimulai

Ketika berbicara di depan sekitar 1.000 orang pendukungnya di Pennsylvania, Clinton menyerukan agar tidak memilih calon manapun dari Partai Republik. "Jika Anda pendukung Demokrat, atau tidak mendukung partai tertentu, atau pendukung Republik yang memberikan suara dengan berpikir, Anda tahu bahwa cara mereka tidak akan membangun Amerika yang hendak memperluas kesempatan kerja dan mengurangi ketidaksetaraan." Demikian seruan Hillary.

Sementara Trump seperti biasa mengeluarkan komentar bernada diskriminatif terhadap perempuan. Sebelum pemberian suara berlangsung, ia mengatakan kepada reporter, Hillary Clinton hanya ditanggapi dengan serius karena ia perempuan. "Sebenarnya, jika Hillary Clinton laki-laki, saya rasa raihan suara lima persen pun tidak akan diperolehnya," kata Trump.

ml/as (twitter, afp, rtr)

Laporan Pilihan