1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Cina Demonstrasikan Jet Siluman J-20

Analis militer meyakini Chengdu J-20 adalah "langkah besar" bagi Cina untuk membangun kapasitas tempur udara yang mapan. Namun belum jelas apakah jet tempur generasi kelima itu bisa menandingi pesaingnya dari AS.

China Kampfflugzeug J-20 (Reuters/China Daily)

Pesawat tempur siluman Chengdu J-20 milik Cina

Cina untuk pertamakalinya memperkenalkan pesawat tempur siluman Chengdu J-20 kepada publik dalam pembukaan pameran kedirgantaraan di Zhuhai. Pameran tersebut merupakan kesempatan buat Beijing untuk mendemonstrasikan ambisinya merambah langit.

Cina diyakini akan menggeser AS sebagai pasar kedirgantaraan terbesar di dunia dalam satu dekade mendatang.

Tonton video 00:38

Cina Demonstrasikan Jet Siluman J-20

Dua jet tempur J-20 menghibur ratusan pengunjung dan perwakilan industri dalam upacara pembukaan. Pakar penerbangan meyakini Cina berulangkali menyempurnakan desain J-20 untuk memangkas ketertinggalan teknologi dari AS.

Pesawat tersebut "adalah sebuah pencapaian besar dalam kapabilitas tempur Cina," kata Bradley Perett, pakar penerbangan Cina di Aviation Week.

Namun analis tetap menyimpan keraguan pada kemampuan J-20 karena dalam pertunjukkan tersebut pilot tidak membuka katup senjata atau melakukan terbang rendah.

"Saya tidak belajar banyak. Kita ketahui mesinya sangat bising. Tapi kita tidak bisa menebak kemampuan manuvernya," kata Greg Waldron, Editor Asia di FlightGlobal. "Dan yang paling penting, kita tidak mengetahui tentang teknologi silumannya."

Pakar penerbangan berbondong-bondong datang ke Zhuhai untuk menyimak kemampuan J-20. Pertanyaan terbesar apakah jet tempur teranyar Cina itu bisa menyaingi kemampuan siluman pesawat tempur AS, F-22 atau F-35.

Tapi bahkan kehadiran J-20 pun sudah merupakan perubahan besar, kata Sam Roggeveen, peneliti senior Lowy Institute di Sydney, Australia. Menurutnya pertunjukan J-20 "mendemonstrasikan kepercayaan diri yang tinggi dalam kemampuan industri kedirgantaraan Cina dan juga kebaggaan besar."

rzn/yf (rtr,ap)

 

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait