1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Cina Berang Nelayannya Ditahan Jepang

Kasus penangkapan kapten kapal Cina oleh Jepang di Laut Cina Timur berbuntut panjang. Cina berang dan hubungan diplomatiknya dengan Jepang berada pada titik terendah.

Aksi protes anti Jepang di Beijing, Cina. Pengunjuk rasa mengusung spanduk Jepang Keluar dari Kepulauan Diaoyu, Sabtu (18/09).

Aksi protes anti Jepang di Beijing, Cina. Pengunjuk rasa mengusung spanduk "Jepang Keluar dari Kepulauan Diaoyu", Sabtu (18/09).

Hari Senin (20/09), pemerintah Jepang meminta pemerintah Cina untuk tidak memperkeruh situasi. Setiap keputusan Cina untuk memutuskan kontak dengan Jepang akan sangat disesalkan oleh pemerintah di Tokyo, demikian dikatakan juru bicara Perdana Menteri Naoto Kan kepada kantor berita AP.

Sebagai bentuk protes terhadap perpanjangan penahanan kapten kapal nelayan Cina oleh Jepang, pemerintah Cina menunda pertemuan tingkat menteri dan provinsi dengan pemerintah Jepang.

"Insiden yang diciptakan oleh pihak Jepang ini telah merusak hubungan Cina dan Jepang," kata Wakil Menteri Luar Negeri Cina Wang Guangya, hari Minggu malam (19/09). Wang menambahkan, Jepang harus menanggung konsekuensi yang disebabkannya.

Pada tanggal 7 September lalu,  kapten kapal nelayan Zhan Qixiong ditahan setelah kapalnya bertabrakan dengan dua kapal patroli pengawas pantai Jepang di dekat kepulauan yang disengketakan tiga negara. Kepulauan itu berada di Laut Cina Timur dan bernama Senkaku di Jepang, Diaoyu di Cina dan Tiaoyutai di Taiwan. Gugusan pulau tersebut, dengan wilayah sekitarnya yang kaya minyak diklaim oleh Jepang, Cina dan Taiwan.

Pihak berwenang Jepang memperpanjang penahanan Zhan Qixiong hingga tanggal 29 September mendatang, dengan tuduhan melawan petugas pengawas pantai dalam melaksanakan tugasnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Cina Wang Guangya melayangkan keluhan pemerintahnya kepada duta besar Jepang Uichiro Niwa, Minggu malam (19/09). Ia mengancam akan melakukan tindakan balasan jika Jepang tidak segera membebaskan Zhan Qixiong.

Ketegangan terbaru antara Jepang dan Cina berdampak luas pada hubungan bilateral. Jumlah warga Cina yang bepergian ke Jepang berkurang drastis dan pembicaraan mengenai perluasan penerbangan sipil kedua negara dibekukan, demikian laporan kantor berita Cina Xinhua.

Pemerintah di Beijing membatalkan kunjungan seribu remaja Jepang yang diundang ke Ekspo Dunia 2010 di Shanghai oleh Perdana Menteri Cina Wen Jiabao, demikian diumumkan kementerian luar negeri Jepang. Cina mengatakan bahwa kunjungan itu tidak patut dilakukan pada saat ini.

Pejabat kementerian Jepang mengatakan bahwa pemerintah di Tokyo melakukan tindakan sewajarnya menurut hukum terhadap kapal kapal Cina itu, demikian dilaporkan kantor berita Jepang Jiji Press.

Sebagai reaksi, Cina mengirim sejumlah kapal pengintai “untuk menjaga perairan yang relevan dengan keamanan hak dan kepentingan maritim Cina,“ ujar juru bicara kementerian luar negeri Jiang Yu akhir pekan lalu.

Luky Setyarini/ap/rtr/dpa/afp

Editor: Hendra Pasuhuk