1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Chen Tinggalkan Kedutaan AS

Pembangkang Cina Chen Guangcheng meninggalkan tempat berlindungnya di kedutaan besar Amerika Serikat di Beijing dan dibawa ke rumah sakit. Kasus Chen membayangi kunjungan menlu Hillary Clinton ke Cina.

Chen yang berhasil melarikan diri dari tahanan rumah dan berlindung selama 6 hari di kedutaan besar AS di Beijing, telah meninggalkan tempat aman itu atas keinginannya sendiri. Demikian dilaporkan kantor berita resmi Cina Xinhua.

Seorang pejabat AS mengkonfirmasi kepada kantor berita AP, bahwa Chen sudah meninggalkan kedutaan Amerika di Beijing."Chen Guangcheng telah tiba di sebuah fasilitas kesehatan di Beijing, dimana ia akan mendapat perawatan medis dan berkumpul kembali dengan keluarganya," kata pejabat AS yang tidak mau disebut namanya itu.

Kunjungan tingkat tinggi

Belum diketahui secara pasti, apa yang mendorong Chen meninggalkan kedutaan Amerika di Beijing. Akan tetapi kenyataan bahwa Chen selama 6 hari dilindungi di kedutaan AS, yang sebelumnya tidak diakui secara resmi oleh pejabat kedutaan, membayangi kunjungan menteri luar negeri Hillary Clinton ke Cina.

Hillary Clinton telah mendarat di Beijing Rabu (2/5) dan diagendakan melakukan pembicaraan bertema ekonomi dan masalah strategis dengan petinggi Cina Kamis dan Jumat.

Menanggapi berhasil kaburnya Chen (40), pengacara yang tuna netra dan berjuang menentang sterilisasi dan aborsi paksa itu, para pejabat Cina tidak berkomentar. Harian berbahasa Inggris "Global Times" yang merupakan organ partai komunis Cina, menulis kasus itu tidak dianggap terlalu penting.

"Hubungan AS dan Cina tidak akan terpengaruh kasus Cheng Guangchen". Namun harian itu juga mengingatkan, agar pihak luar jangan ikut campur urusan dalam negeri Cina. "Barat tidak memiliki hak, memaksa Cina dalam tema hak asasi manusia", tulis harian itu lebih lanjut.

Agus Setiawan (AP, dpa, Reuters)

Editor : Vidi Legowo-Zipperer