1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Chen Minta Perlindungan Clinton

Aktivis pembela hak asasi manusia Cina, Chen Guangcheng menyampaikan keinginannya kepada kedutaan AS di Beijing, ia bersama keluarganya ingin pergi ke Amerika.

Chen, pembangkang Cina yang tuna netra itu menelfon duta besar Amerika di Beijing, dan menjelaskan mengapa ia mengubah sikapnya, dan meninggalkan gedung kedutaan. Sebetulnya aktivis itu memang ingin pergi ke Amerika. Demikian disampaikan temannya, pengacara pembela hak warga Teng Biao lewat layanan pesan Twitter Kamis (3/5).

Dalam wawancara telefon dengan koresponden "Newsweek" dan "Daily Beast" di Beijing, Chen Guangcheng menyampaikan permohonan, agar di dapat meninggalkan Cina menuju Amerika, bawah perlindungan menteri luar negeri AS, Hillary Clinton yang sedang berada di Beijing. "Harapan saya adalah, bersama keluarga dimungkinkan terbang dalam pesawat Clinton ke Amerika", tambah Chen.

Aktivis HAM Cina itu juga menjelaskan, ia meninggalkan kedutaan Amerika di Beijing karena ditekan oleh pegawai kedutaan. "Saya diisolasi", kata aktivis berusia 40 tahun itu. "Kemudian saya mendengar ancaman, istri saya akan dikirim pulang ke Shandong, jika saya tidak meninggalkan gedung kedutaan. Karena itulah saya keluar dari sana", katanya.

Jurubicara kementrian luar negeri di Washington, Victoria Nuland membenarkan keterangan Chen. "Mitra perundingan dari pihak kami menegaskan, pejabat Cina mengancam akan mengirim balik keluarga Chen ke Shandong, dan dengan itu peluang berkumpul kembali akan lenyap, jika Chen segera tidak meninggalkan kedutaan AS di Beijing.

Agus Setiawan (dpa,dapd,afp,rtr)

Editor : Vidi Legowo-Zipperer