1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Chen Diizinkan Lanjutkan Kuliah di Amerika

Konflik terkait aktivis hak asasi manusia Cina, Chen Guangcheng mengalami perkembangan positif. Pemerintah di Beijing disebutkan menawarkan kompromi jalan keluar.

Pemerintah Cina menawarkan izin keluar bagi Chen untuk melanjutkan kuliah di Amerika. Jurubicara kementrian luar negeri di Beijing, Liu Weimin menyatakan; "Sebagai warga Cina, Chen dapat memohon izinnya melalui prosedur normal". Ditambahkannya, aktivis buta itu sekarang sedang mendapat perawatan medis di sebuah rumah sakit di Beijing.

Dengan menawarkan kompromi, diduga pemerintah Cina hendak secepatnya menuntaskan krisis diplomasi yang pecah dengan Amerika Serikat. Pembangkang Cina itu telah menyatakan tidak mau meminta suaka, melainkan ingin melanjutkan kuliahnya di Amerika.

Sebelumnya Chen menelfon anggota parlemen Chris Smith pada saat memimpin sidang komisi masalah Cina di dewan perwakilan rakyat Kamis (3/5). "Saya ingin bertemu menlu Clinton dan mengharapkan mendapat bantuan selanjutnya", kata aktivis hak asasi manusia Cina yang tunanetra itu dalam percakapan jarak jauh melalui telefon selulernya.

Percakapan telefon, dimana Chen berbicara dalam bahasa Cina, diperkuat dengan pengeras suara dan didengar oleh anggota Kongres yang sedang bersidang membahas nasib aktivis HAM Cina itu. Seorang aktivis HAM yang dipanggil oleh Kongres menerjemahkan percakapan itu ke dalam bahasa Inggris.

Chen yang menelfon dari ranjang perawatan sebuah rumah sakit di Beijing juga menegaskan, ia mencemaskan keselamatan dirinya serta keluarganya. Chen mengaku ditekan dan diintimidasi, jika tidak keluar dari kedutaan Amerika, ia tidak diperbolehkan lagi bertemu anak dan istrinya.

Agus Setiawan (afp,rtr,ap,dpa)

Editor : Vidi Legowo-Zipperer