Cegah Ormas Razia Natal, Kapolri: Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku | Sosial&Budaya | DW | 21.12.2017
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Cegah Ormas Razia Natal, Kapolri: Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku

Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian melarang segala bentuk razia dari ormas tertentu saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. Tito menegaskan bahwa setiap perayaan agama di Indonesia dilindungi oleh undang-undang.

Indonesien FPI Proteste (Adek Berry/AFP/Getty Images)

Sejumlah anggota ormas Front Pembela Islam (FPI).

Kepolisian Republik Indonesia menggelar apel pasukan operasi Kepolisian terpusat di lapangan silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/12). Apel tersebut diadakan guna menggelar operasi 'LILIN-2017'. Toleransi dan rasa hormat kepada setiap pemeluk agama di Indonesia menjadi tema penting dalam apel tersebut, agar rasa aman dan tertib tercipta saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

Apel tersebut juga guna menegaskan bahwa Front Pembela Islam (FPI) yang berencana menggelar razia pekan ini di tempat usaha yang meminta para pekerjanya memakai atribut natal atau santa claus adalah tindakan yang dilarang. "Tidak boleh ada operasi sweeping. Seluruh masyarakat harus menghormati agama lain yang sedang melakukan perayaan," kata Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Tito menegaskan bahwa setiap perayaan agama di Indonesia dilindungi dalam undang-undang. "Untukmu agamamu, untukku agamaku. Silakan melaksanakan sesuai agama masing-masing, tidak saling ganggu, kata Tito.

Sementara itu Sekretaris DPD FPI Jakarta Novel Bamukmin mengatakan, "Ini untuk sosialisasi atau monitoring tempat usaha. Kami bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk perusahaan atau mal agar jangan sampai memaksakan kehendak."

Ia mengatakan bahwa hal tersebut bertujuan untuk memberlakukan fatwa, atau keputusan, yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia pada tahun 2016 yang melarang pemilik bisnis memaksa karyawannya untuk memakai atribut natal. "Pelaku usaha harus sadar bahwa tidak boleh ada pemaksaan," kata Novel.

Polri akan menyiagakan 90 ribu personel selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Dengan mengedepankan pendekatan yang halus para polisi akan dikerahkan ke tempat wisata, tempat ibadah, dan lokasi-lokasi strategis lainnya.

yp/hp  (reuters, detik)

Laporan Pilihan