1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Cara Candy Crush dan Angry Birds Habiskan Uang Anda

25 Februari 2014

Games populer seperti Candy Crush Saga, Angry Birds atau Clash of Clans memang bisa diunduh secara gratis. Tapi bagi yang akhirnya kecanduan, bisa jadi uangnya juga terkuras.

https://p.dw.com/p/1BF2v
Foto: picture-alliance/dpa

Ribuan games untuk smartphone dan tablet tersedia secara gratis. Tapi setelah mulai bermain, ada saja hal-hal yang bisa dibeli. Mulai dari membeli 'gems' sebagai mata uang virtual, atau agar bisa terus bermain tanpa harus menghabiskan waktu terlalu lama di satu level. Games "gratis" semacam ini juga dikenal dengan istilah "freemium" adalah mesin uang bagi pengembang yang paling sukses.

Pembelian di dalam app atau in-app purchases mendorong pemasukan bagi games mobile hingga lebih dari 60 persen atau sekitar 16,5 milyar Dolar AS di tahun 2013, demikian menurut penelitian IHS. Begitu pengguna mengunduh games gratis, tugas desainer game adalah menjaga ketertarikan para gamer untuk bermain. Target para pengembang adalah 10-20 menit di siang hari dan sesi lebih lama atau dua sesi pendek di malam hari.

Menurut Nicholas Lovell, pendiri Gamesbrief, blog yang memberi masukan bagi pengembang games akan strategi bisnis, pemain game yang paling berdedikasi bisa dipastikan akan merogoh kantung untuk melakukan in-app purchase. Seperti misalnya, gamer tidak segan membayar agar tidak harus menunggu 24 jam hingga salah satu level game tercapai.

Perlindungan bagi anak

In-app purchases juga tersedia pada game yang dimainkan anak-anak. Karena itu Office of Fair Trading di Inggris mengeluarkan peraturan baru yang memastikan pembelian dalam app yang dilakukan anak-anak, sudah disetujui sebelumnya oleh orang tua, Dan mencegah cara penjualan yang agresif terhadap anak-anak di bawah umur. Apple dan toko game online lainnya harus memiliki "child mode" atau fitur khusus anak yang memungkinkan orang tua untuk memblokir aktivitas yang tidak diinginkan pada smartphone dan tablet anak, demikian Lovell.

Emil Hodzic, seorang psikolog, mengelola klinik bagi pecandu video game di Sydney Australia. Pasiennya kebanyakan berusia 14-21 tahun. Menurut Hodzic, anak-anak menikmati permainan online game, tapi bisa menghadapi masalah dari in-app purchase jika orang tua tidak menyadarinya. Beberapa game, menyebarkan "atmosfir mengerikan" dengan terus-menerus mengirimkan penawaran khusus kepada para gamer. Misalnya, "beli dengan harga lebih murah hari ini untuk mendapat koin hidup tambahan". Demikian Hodzic.

Sangat penting bagi orang tua untuk memastikan agar anaknya tetap berada di dunia yang nyata dan tidak hanya virtual. "Sebagai orang tua Anda harus memastikan dunia sesungguhnya milik anak-anak tidak semakin kecil, pada saat dunia online mereka semakin besar", tegas Hodzic.

vlz/yf (afp, ap)