1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Cameron Inginkan Referendum UE di Inggris

Setelah berulangkali ditunda, Perdana Menteri Inggris David Cameron hari ini (23/1) berencana menyampaikan pidato soal masa depan Eropa. Cameron kembali memperkuat desakan Inggris soal referendum keanggotaan Uni Eropa.

Pidato David Cameron dijadwalkan akan disampaikan pada Rabu pagi (23/1) waktu setempat. Dari potongan isi pidato yang sudah beredar di kalangan pers diketahui, sang perdana menteri berniat melonggarkan hubungan Inggris dengan Uni Eropa.

Cameron berencana menggelar referendum mengenai keanggotaan Inggris di Uni Eropa, jika ia kembali terpilih untuk masa jabatan kedua. Referendum itu akan digelar setelah Inggris menuntaskan proses renegosiasi keanggotaan Uni Eropa.

Cameron menilai penting renegosiasi dengan Brussel, karena "rasa frustasi masyarakat umum terhadap Uni Eropa mencapai tingkat tertinggi saat ini," katanya dalam naskah pidato. Sebagian besar merasa terganggu oleh "intervensi terhadap urusan-urusan nasional melalui aturan dan regulasi Uni Eropa yang tidak diperlukan."

"Program pemilu Partai Konservatif tahun 2015 antara lain akan berisikan negosiasi regulasi baru dengan mitra Eropa kita. Dan setelah itu kita akan menggelar referendum, untuk menjawab pertanyaan yang sederhana, kita ingin tetap berada di dalam Uni Eropa atau angkat kaki."

Kebijakan Eropa milik pemerintah Cameron itu sejak lama sudah mengundang sikap antipati di luar negeri. Harus diakui, sang perdana menteri menghadapi dilema di dalam negeri. Ia harus merangkul kelompok anti Eropa di dalam tubuh partainya yang sejak beberapa tahun terakhir semakin berpengaruh. London ingin menegosiasikan ulang sejumlah kesepakatan dengan Uni Eropa, terutama di bidang hukum.

Tapi di sisi lain, memutuskan keanggotaan dengan Uni Eropa bisa mempersulit perekonomian negara yang memiliki utang tinggi itu. Sekitar 50 persen ekspor Inggris bergantung pada Uni Eropa.

rzn/ab (rtr/afp/dpa)