1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Buku Obama's Wars Tuai Kontroversi

Buku baru tulisan jurnalis Bob Woodward, Obama’s Wars, terbit Senin 27 September 2010 di Amerika Serikat. Gedung Putih tak menyangkal informasi dalam buku Woodward.

default

Bob Woodward

Pertengahan 2009 Obama meminta Pentagon untuk memberikan beberapa strategi alternatif guna mengakhiri perang Afghanistan. Para jenderal hanya menyampaikan satu alternatif, yakni menambah 40.000 pasukan di lapangan. Tak sungkan, mereka mengunakan media massa untuk mempengaruhi opini publik.

Dalam bukunya yang berjudul Obama's Wars, Bob Woodward menulis bagaimana mantan panglima perang Jendral David Petraeus menghubungi seorang reporter Washington Post dan mengatakan, bahwa perang Afghanistan tak mungkin dimenangkan tanpa tambahan pasukan. Hal serupa disampaikan Admiral Michael Mullen kepada Senat dan Jenderal Stanley McChrystal ketika tampil di London.

Buchcover Obamas Wars / Bob Woodward

Sampul depan buku Obama's War

Sikap para jendral yang dinilai sengaja menekan Presiden Obama, membuat para petinggi Gedung Putih naik darah. Menceritakan buku barunya ini, Bob Woodward menuturkan, “Orang-orang akan membacanya secara beda karena buku ini sangat rinci, di situ tertera apa yang dikatakan Si Itu, ini dikatakan oleh orang yang satunya, yang dikatakan para penasihat, ini kontradiksinya, dilemanya.”

Bob Woodward menggunakan sumber informasi yang luas termasuk catatan dan notulen internal, dokumen rahasia dan wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat.

Dalam buku yang ditulisnya selama 18 bulan itu Woodward menceritakan, bagaimana Obama meledak saat menerima laporan tentang kiprah para jendral yang berkomplot. Wakil Presiden Joe Biden menawar agar hanya penugasan khusus yang dilancarkan dan pasukan tetap dikurangi. Namun tak ada yang berhasil mematahkan pagar ruyung jajaran jenderal Pentagon. Admiral Mullen telah memanipulasi skenario perang dan menyingkirkan semua rancangan alternatif agar penambahan 40 ribu tentara itu disepakati. Sementara Menteri Pertahanan Robert Gates tidak memenuhi janjinya. Keputusan Obama untuk mengirim 30 ribu pasukan tambahan, yang diumumkan di West Point pada 1 Desember 2009 merupakan kompromi. Begitu menurut Woodward.

Gedung Putih tak menyangkal informasi dalam buku Woodward, juga bahwa Obama ingin segera mengirim pasukan tambahan ke Afghanistan guna mempercepat proses penarikan pasukan. Juru bicara Robert Gibbs hanya mengatakan, buku itu menunjukkan pengambilan keputusan yang dinamis namun penuh pertimbangan. Proses itu berujung pada penyimpulan strategi terbaik untuk mencapai objektif dan tujuan Amerika Serikat di Afghanistan.

Keterangan Gibbs tampak disepakati para Jenderal tersangkut. Juga Menteri Pertahanan Robert Gates, “Menurut saya, saat Presiden mengambil keputusan itu Desember lalu, semua di jajaran atas pemerintah mendukung pelaksaan strategi yang telah disetujuinya dan melaksanakannya sebaik mungkin.“

Namun kritik dan protes juga terdengar akibat rincian buku itu. Sebuah pernyataan Obama dianggap sinis dan tidak menghargai rakyat Amerika. Saling tikam di belakang layar, politik luar negeri yang dipengaruhi kepentingan partai serta deskripsi psikologis Presiden Afghanistan Hamid Karsai yang digambarkan manic-depresif membuat buku ini kontroversial.

Sementara Bob Woodward yang di masa pemerintahan Richard Nixon berhasil membongkar kasus Watergate mengatakan bahwa bukunya hanya bercerita dan tidak berpihak kepada siapa-siapa.

Edith Koesoemawiria/DW/rtr/afpe
Editor: Hendra Pasuhuk