1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Bukan Saja Piala Yang Menanti

Laga Liga Champions digelar mulai hari Selasa (13/09). Ke 32 tim yang akan bertarung bukan saja berusaha untuk mencapai impian melagakan pertandingan final di München, akan tetapi juga berusaha memperoleh masukan dana.

default

Piala Liga Champions UEFA

Babak grup Liga Champions bergulir dan agenda pertandingan pun sudah disusun. Kas uang Uni Sepak Bola Eropa telah dibuka lebar-lebar untuk diraup para peserta. Memang impian klub sepak bola Eropa adalah untuk merebut piala paling bergengsi, tapi tentu saja juga untuk menambah kas klub mereka.

Menang Berarti Tambah Kaya

Bukan saja FC Bayern München yang berambisi untuk berlaga di pertandingan Final di Allianz Arena München tanggal 19 Mei 2012. Wakil Jerman di Liga Champions lainnya, Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen, dan juga klub Eropa lainnya memiliki ambisi serupa. Seluruh klub peserta musim ini memiliki tekad sama, merebut gelar klub terbaik Eropa yang kini dipegang FC Barcelona. Dan jalan menuju ke München juga dipenuhi iming-iming uang.

Die Fußball-Champions-League als lukrativer Geldtopf

Symbolbild Liga Champios dan Euro

Sebagai 'dana awal' saja ke tiga klub Bundesliga Jerman masing-masing mendapatkan 7,2 juta Euro dari UEFA. Selain itu setiap klub juga memperoleh 3,75 juta dari lisensi penayangan TV serta pemasukan dari penjualan tiket stadion. Untuk setiap kemenangan dalam babak grup, klub akan menerima 800.000 Euro dan setengahanya jika bermain imbang.

Dan bagi setiap klub yang berhasil melaju ke babak perdelapan final, UEFA telah mempersiapkan uang sebesar 3 juta Euro. Dan uang yang lebih besar telah menanti bagi klub yang melaju ke babak berikutnya; babak perempat final, 3,3 juta Euro, semifinal 4,2 juta Euro. Dan tim yang kalah dalam pertandingan final masih mendapatkan 5,2 juta Euro. Sementara tim juara memperoleh 9 juta Euro.

Bundesliga vs Premier League

Harapan untuk memperoleh masukan dana mungkin sudah menjadi motivasi yang cukup besar bagi ke tiga klub Jerman yang berlaga di Liga Champions. Hari Selasa (13/09), Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen melagakan pertandingan pertama mereka. Keduanya menghadapi klub dari liga Inggris, liga yang dianggap paling kuat di Eropa.

Kevin Großkreutz

Gelandang Dortmund Kevin Großkreutz

Juara Bundesliga musim lalu, Borussia Dortmund, turun menjamu FC Arsenal dibayangi awal buruk mereka di liga musim ini. Walaupun begitu para pemain Dortmund merasa siap melagakan pertandingan pertama mereka ini. "Bagi saya, setelah berhasil menjadi juara liga, impian hidup berikutnya menjadi kenyataan," dikatakan gelandang Dortmund Kevin Großkreutz.

Dalam pertandingan antara Bayer Leverkusen melawan FC Chelsea, perhatian terutama ditujukan pada Michael Ballack. Mantan kapten timnas Jerman ini akan turun di lapangan Stamford Bridge London melawan bekas klubnya, FC Chelsea. "Saya telah bermain di sini selama empat tahun. Dan sekarang saya kembali ke stadion milik Chelsea. Ini merupakan satu kesempatan terbaik," dikatakan Michael Ballack.

Michael Ballack im Trikot von Chelsea

Michael Ballack saat masih memperkuat FC CHelsea

Kembali bertarung di Liga Campions setelah enam tahun, bukan hal yang mudah bagi runner-up Bundesliga musim lalu ini. "Chelsea merupakan lawan yang berat. Meskipun demikian kami ingin mencapai dan meperoleh sesuatu," tekad pelatih Leverkusen Robin Dutt.

Bayern Bertanding di Spanyol

FC Bayern München gegenBorussia Dortmund 3 zu 1

Kapte FC Bayern München Philipp Lahm

Kemenangan 7:0 atas SC Freiburg dalam pertandingan Bundesliga pekan lalu menjadi bekal bagi Bayer München untuk tampil di kandang FC Villarreal, Rabu (14/09). "Saya pikir, kami tidak harus menghentikan euforia ini. Walaupun kita tahu bahwa Liga Champions sesuatu yang lain dibanding Bundesliga," ppapar kapten Bayern Philipp Lahm. Lahm juga percaya timnya berpeluang besar untuk terus melaju, "Kami FC Bayer hampir selalu menjadi favorit dalam grup, kecuali mungkin kalau FC Barcelona bermain dalam grup yang sama."

Yuniman Farid/dpa/sid

Editor: Ayu Purwaningsih