1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Brasil Kobarkan Perang Terhadap Virus Zika

Pemerintah Brasil kerahkan 220.000 serdadu buat membasmi nyamuk Aedes Aegypti untuk redam wabah virus Zika. Penyakit yang memicu kelainan pada janin itu hingga kini telah menyebabkan 4000 kelahiran bayi cacat.

Brasil sedang kelimpungan akibat terbelit problem virus Zika. Penyakit yang antara lain menyebabkan bayi cacat lahir itu tercatat muncul dalam 4000 kasus. Ribuan bayi lahir dengan tengkorak kepala yang tidak tumbuh sempurna alias Mikrosefalus. Ilmuwan meyakini virus Zika bertanggungjawab atas fenomena tersebut.

Untuk meredam wabah yang mengancam kesehatan warga, pemerintah Brasil mengerahkan hingga 220.000 serdadu. Menteri Kesehatan Marcelo Castro mengatakan tentara akan menyisir setiap rumah penduduk untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti yang juga menyebabkan penyakit demam berdarah Dengue dan demam kuning.

Brasilien Zika Virus - Mikrozephalie - Vater mit Kind

Bayi yang lahir dengan kelainan Mikrosefalus

Pemerintah juga berencana memberikan layanan kesehatan gratis buat sekitar 400.000 ibu hamil di Brasil untuk melindungi janin dari virus Zika. "Sejak 30 tahun kita memiliki nyamuk jenis ini di sini dan kita tidak mampu membasminya," tandas Castro.

Wabah virus Zika ditanggapi pemerintah dengan menambah anggaran kesehatan tahun 2016 menjadi sekitar 6 trilyun Rupiah. Dana tersebut antara lain akan digunakan untuk membeli 550 ton obat pembasmi nyamuk dan pestisida.

Selain itu Kementerian Kesehatan bakal menugaskan 226.000 pegawainya untuk membantu meredam wabah Zika. Selama ini dunia medis belum mengenal obat-obatan pencegah atau vaksin untuk virus Zika.

Infografik Zika Virus weltweit Englisch

Peta penyebaran virus Zika di seluruh dunia

Menurut data Badan Kesehatan Dunia, saat ini virus Zika telah menyebar cepat di 21 negara di Amerika Selatan. WHO juga mewanti-wanti negara-negara di Amerika Utara terhadap ancaman wabah Zika yang bisa muncul setiap saat.

Harian AS New York Times melaporkan, sejumlah negara Amerika Latin telah mengambil langkah preventif untuk mencegah wabah Zika. El Salvador misalnya mengimbau perempuan untuk menunda kehamilan hingga 2018. Kolombia, Ekuador dan Jamaika juga mengeluarkan peringatan serupa.

Gejala serangan virus Zika nyaris tidak berbeda dengan jenis demam lainnya. Berawal dari demam, otot pegal, sakit kepala dan muntah-muntah, pasien lalu sembuh setelah beberapa hari. Kendati tidak mematikan, Virus Zika bisa menyebabkan kelainan pada janin yang membuat kepala bayi menjadi lebih kecil dari seharusnya.

rzn/as (ap,afp)

Laporan Pilihan