1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Brasil Jumawa, Kroasia Kritik Wasit

Kemenangan Brasil atas Kroasia dibayangi keputusan kontroversial wasit. Presiden FIFA, Blatter ingin memberikan kesempatan buat pelatih agar bisa menggugat keputusan wasit dalam sebuah pertandingan.

Sejak jauh hari tim nasional Brasil didaulat harus memenangkan Piala Dunia di negeri sendiri. Hasil apapun selain piala emas karya Silvio Gazzaniga itu dianggap sebuah kegagalan, kata pelatih Luiz Felipe Scolari beberapa bulan silam.

Kini Selecao selangkah lebih dekat usai membekap Kroasia 3:1 dalam laga pembuka di Sao Paulo.

Tekanan yang menggunung jelang pertandingan ikut membebani permainan tim samba di babak pertama. Hasilnya Kroasia tampil lebih menggigit dan unggul lewat gol bunuh diri Marcelo. Namun kemudian duet maut Neymar Jr. dan Oscar menjawab keraguan. Keduanya terlibat di hampir semua gol Brasil malam itu.

"Keputusan salah"

"Pertandingan pertama selalu penting karena jika Anda menang maka itu akan memberi kepercayaan diri untuk menjalankan pertandingan berikutnya," ungkap kiper Julio Caesar seperti dilansir Detik.

Laga pembuka sempat diwarnai skandal setelah wasit Yuichi Nishimura memberikan hadiah penalti kepada Brasil usai Fred terjatuh di kotak penalti. Namun rekaman ulang video mengungkap kesalahan wasit. Fred menjatuhkan diri.

"Keputusan wasit salah," kata pelatih Nico Kovac, "saya kira semua orang di dunia bisa melihat keputusannya itu adalah kesalahan besar." Senada dengan gelandang Sevilla, Ivan Rakitic, "kedua tim tampil luar biasa. Sayangnya laga ini dirusak oleh keputusan wasit."

Warga Jepang Malu

Skandal yang dipicu Nishimura ikut bergema di negara asalnya, Jepang. "Ada banyak serangan ke arah Nishimura di sini, tapi pantas saja," tulis Ashinokc dalam tweet-nya. "Sama sekali bukan penalti. Saya merasa simpati buat Kroasia."

Komentar serupa banyak ditemui di ruang media sosial Jepang usai laga di Sao Paulo.

Presiden FIFA Sepp Blatter, Kamis (12/6) kembali menyuarakan desakannya agar pelatih diberikan dua kali kesempatan di setiap pertandingan untuk mengecek ulang keputusan wasit. Usulan yang pertama kali diutarakan dalam kongres FIFA itu meniru sistem serupa yang dipakai pada olahraga Tennis dan Kriket.

Kendati takluk 1:3, Kroasia yang tampil apik malam itu masih yakin akan lolos ke babak perdelapan final. "Para pemain sudah bertarung selama dua tahun untuk mencapai Piala Dunia. Mereka bekerja keras. Kami akan bangkit lagi secepatnya," ujar Kovac.



rzn/hp (rtr,sid,dpa)

Laporan Pilihan