1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bom Sisa Perang Dunia II

Jerman bagaikan sebuah tong mesiu. Hampir 70 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II, puluhan ribu bom masih tertanam di bawah tanah, telah berkarat namun bisa meledak setiap saat.

Operasi penjinakan bom biasanya berjalan dengan baik. Namun setelah 70 tahun terpendam di tanah, kekutaan yang ditunjukkan bom-bom tersebut masih membuat orang terkejut. Bola api yang membumbung ketika bom diledakkan bisa terlihat dari jarak jauh. Warga lanjut usia serasa kembali ke masa perang, sementara bagi generasi muda seperti dalam sebuah film laga.

Para pakar memperkirakan, sekitar 100.000 bom, yang dijatuhkan di Jerman selama enam tahun pada masa Perang Dunia II, masih tertanam di tanah atau terpendam di air. Asoisasi Lingkungan dan Konservasi Alam Jerman BUND bahkan menduga, di Laut Baltik masih terdapat amunisi bahan kimia, yang dilemparkan pasukan Sekutu dan Jerman Timur pada masa Perang Dingin.

Aksi Sulit dan Berbahaya

Baru-baru ini, sebuah bom yang sangat eksplosif yang ditemukan di kota München tidak berhasil dijinakkan. Sehingga tim penjinak terpaksa meledakkan bom seberat 250 kilogram tersebut. Kekuatan ledakan bom tersebut menghancurkan jendela bangunan di sekitarnya.

Bom milik milter AS yang ditemukan di München ini, yang tertanam 1 meter di bawah tanah,diperlengkapi dengan detonator kimia. Bom semacam ini dirancang, saat jatuh membentur tanah dapat menyemburkan ampul gelas yang mengandung aseton. Senyawa kimia yang mudah terbakar ini saat terkena udara dapat menimbulkan ledakan campuran, yang kemudian diikuti ledakan dasyat beberapa hari kemudian. Aksi penjinakan bom jenis ini sangat sulit.

Bulan Desember 2011, tim penjinak bom juga harus menangani bom jenis ini di Koblenz. Sebuah bom yang telah berkarat seberat 1.400 kilogram ditemukan di Rhein, saat permukaan sungai yang melintas kota Koblenz ini turun. Sekitar 40.000 orang diminta untuk meninggalkan rumah mereka.

Luftmine Zweiter Weltkrieg Rhein Koblenz

Bom yang ditemukan di Koblenz

Bisa Meledak Kapan Saja

Bom sisa Perang Dunia II terutama terdapat di negara bagian Nordrhein-Westfallen. Pada masa Nazi, wialyah ini merupakan pusat industri dan pabrik persenjataan. Dan hampir setengah target serangan udara Sekutu dilancarakan di wilayah sepanjang Sungai Rhein ini.

Kapal-kapal tenggelam yang sarat dengan bahan peledak juga merupakan bom waktu, mengandung racun seperti gas mustard dan sarin. “Bahan peledak kimia dirancang tahan cuaca. Namun bom ini bisa juga berkarat,” diterangkan Armin Gebhard dari tim penjinak bom Nordrhein-Westfallen. “Dan jika berkarat, bisa menimbulkan ancaman terkontaminasinya air dan tanah.“

Dan daya ledak bom-bom tersebut tidaklah hilang termakan usia. Oleh karena itu, aksi penjinakan bom seperti ini lebih sulit dan berbahaya.

Profesi Menjanjikan

Di Jerman terdapat dinas regional yang bertugas sebagai penjinak bom. Di sekitar ibukota Nordrhein-Westfalen, Düsseldorf, terdapat 13 tim yang bertugas hanya untuk mencari dan menjinakkan bom di wilayah antara Emmrich dan Bonn. “Setiap hari ditemukan granat-granat kecil dan amunisi. Aksi ini dilakukan tanpa warga mengetahuinya,“ dikatakan juru bicara pemerintah daerah, Stefanie Paul.

“Kami hanya memiliki sedikit contoh bom sisa Perang Dunia II. Setiap kantor dinas penjinak bom memiliki koleksi bom yang mereka temukan yang digunakan untuk pelatihan dan pemantauan,” dikatakan Armin Gebhard.

Dalam setiap kasus, tim ahli harus memerikas bom yang ditemukan secara hati-hati untuk meneliti jenis bahan peledak, bagaimana detonatornya dan juga kondisi bom. Setelah itu bisa diperkirakan berapa jumlah bahan peledak yang terkandung. Sering kali detonator dapat dilepas dengan tangan, menggunakan tali, atau dengan alat pengendali jarak jauh, sebelum bom diangkut dan dibuang.

Jika di satu wilayah akan dibangun kompleks perumahan atau gedung, pemerintah setempat terlebih dahulu meneliti foto udara yang didapat dari arsip militer Inggris dan Amerika Serikat untuk mendapatkan gambaran tentang kemungkian jumlah bom yang dijatuhkan tetapi tidak meledak. Pada tahun 2010 saja, negara bagian Nordrhein-Westfalen menghabiskan dana sekitar 21 juta Euro untuk menangani sisa bom Perang Dunia II, demikian dikatakan Claudia-Roth dari Kementrian Dalam Negeri Nordrhein-Westfalen.

Dan para pakar sependapat, diperlukan waktu puluhan tahun untuk memusnahkan seluruh warisan perang. Dan profesi sebagai penjinak bom memiliki masa depan yang cerah.