Bom di Madrasah Tewaskan 15 Orang | dunia | DW | 08.06.2012
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bom di Madrasah Tewaskan 15 Orang

Jumlah korban tewas akibat serangan bom di baratdaya kota Quetta, Pakistan, hari Jumat (08/06) bertambah menjadi 15 orang, setelah beberapa korban yang sebelumnya mengalami luka, tidak terolong nyawanya.

default

Rakyat Baluchistan menginginkan otonomi lebih besar

Korban tewas termasuk lima pelajar madrasah yang saat bom meledak sedang merayakan upacara kelulusan. Sepuluh korban lainnya yang tewas adalah guru, pekerja dan keluarga pelajar yang sedang menghadiri perayaan tersebut.

“Lebih dari tujuh orang yang mengalami kritis tadi malam meninggal dunia. Total 30 orang termasuk para pelajar mengalami luka akibat ledakan“ kata pejabat polisi setempat Abdul Rahim Khokar sambil menambahkan bahwa kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah.

Polisi menyebut enam kilogram bahan peledak ditanam pada sebuah sepeda yang diparkir di luar madrasah dan ditutupi dengan karangan bunga. Hingga kini belum ada yang mengaku bertanggungjawab atas terjadinya serangan. Quetta adalah ibukota provinsi Baluchistan yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran.

Tahun 2004 di wilayah itu muncul kelompok pemberontak Baluch, yang meminta otonomi politik dan pembagian hasil yang lebih besar dari keuntungan penjualan minyak, gas dan mineral dari wilayah tersebut. Baluchistan dikenal sebagai salah satu wilayah paling miskin di Pakistan meski kaya akan kandungan sumber daya alam.

Selama ini, para aktivis hak asasi manusia mengecam tindakan militer Pakistan yang melakukan penangkapan dan eksekusi untuk meredakan pemberontakan tersebut.

ab/ afp